post image
KOMENTAR
Kegagalan Dinas Perhubungan Medan dalam merealisasikan transportasi massal tahun 2013 ini, akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan menopang warganya dalam mencari kebutuhan ekonomi. 

Menurut Ketua Umum DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Eka Sari Lorena, transportasi yang ada di darat seperti darah yang mengalir di setiap manusia. Jika darahnya itu macet, maka tubuh manusia itu akan mati. Sehingga, kalau dibayangkan bersama, sungguh miris jika transportasi darat bisa mati total dan tidak bergerak.

"Jika tidak ada penanganan dan cara khusus untuk memperbaikinya. Maka bisa mati total dan dampaknya menggangu ekonomi juga," ujar Lorena.

Diketahui, Dinas Perhubungan Medan, mengaku belum mampu mengoperasikan transportasi massal tahun ini seperti yang telah diprogramkan pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD-red) tahun 2012 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Medan Renward Parapat, mengatakan lambannya pengoperasian transportasi massal ini, lantaran anggaran yang diajukan Dishub Medan belum dapat direalisasikan.

Organda menilai, negara yang sudah maju dan ingin maju haruslah mengedepankan mobilitas masyarakat dan barang. Sehingga lebih cepat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menopang warganya dalam mencari kebutuhan ekonomi.

Untuk itu, pengusaha angkutan menilai pemerintah perlu lebih mengedepankan angkutan massal, sebagai sarana penunjang kehidupan yang lebih baik. Tidak seperti saat ini, kemacetan yang terus menerus dan berkepanjangan.

"Tidak ada negara yang mampu menyiapkan infrastruktur secepat kebutuhan orang-orang untuk bermobilitas. Jadi pentingnya orang dan barang bergerak di angkutan massal sangatlah efektif dan efisien, karena negara kita ini memiliki kota dan daerah yang memiliki jumlah penduduknya sangat padat," ujar Lorena seperti dilansir Liputan6.com, Sabtu (26/10/2013).

Lorena menjelaskan, jika negara tidak mampu menyiapkan infrastruktur dengan cepat, tapi pergerakan mobilitas terus meningkat baik orang maupun barang, maka kota bisa menjadi lumpuh, bahkan mati.

"Pergerakan mobilitas yang sangat cepat, harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang cepat juga, kalau tidak bisa diimbangi maka kota atau daerah bisa lumpuh," tutupnya. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi