post image
KOMENTAR
Menteri BUMN Dahlan Iskan minta pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk lebih bersabar menunggu penyelesaian pengambilalihan PT Inalum oleh Pemerintah Pusat.

"Daerah sebaiknya jangan ribut-ribut dulu soal mau masuk menjadi pemegang saham Inalum. Yang penting saat ini bagaimana proses pengambilalihan Inalum dapat diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian dibicarakan soal Pemprov," kata Dahlan, usai membuka Annual Pertamina Quality Awards 2013, di Gedung Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Seperti dilansir Antara, Dahlan menyebut apa yang menjadi tuntutan Pemda merupakan hal yang wajar.

"Nanti Pemda mau ikut serta di dalamnya sama sekali tidak masalah, karena memang baiknya seperti itu, karena Pemerintah dalam hal ini yaitu Pemda dan Pemerintah Pusat," kata Dahlan.

Akuisisi 58,8 persen Inalum memasuki babak akhir, karena terhitung 1 November 2013 perusahaan itu sudah harus beralih ke tangan Pemerintah.

Pemerintah mengajukan perhitungan baru nilai buku pengambilalihan 58,87 persen tersebut senilai 558 juta dolar AS.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi dan 10 daerah kabupaten-kota di Sumatera Utara menyatakan siap mengelola 58,8 persen saham Inalum.

"Kami Pemprov Sumut dan kabupaten- kota siap mengambil saham yang dimiliki oleh Jepang sebesar 58,88 persen," kata Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pudjo Nugroho.

Alasan Pemda ikut mengelola Inalum karena ingin benar-benar merasakan manfaat dari sumber daya alam daerah itu setidaknya hingga 30 tahun ke depan. [ded] 

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi