Salah seorang petugas kesehatan di Posko Tiga Nderket, Bertha br Sembiring menyebutkan, jumlah pengungsi yang berobat meningkat tajam. Dari sebelumnya yang hanya sekitar 30 pengungsi per hari, namun beberapa hari terakhir jumlahnya mencapai 100 pengungsi per hari.
"Peningkatannya sangat signifikan, anak-anak banyak Diare," katanya, Senin (11/11/2013).
Bertha menyebutkan, selain pasien anak-anak dan balita, pengungsi dari kalangan dewasa juga mengeluhkan masalah pernafasan. Hal ini disebabkan, abu vulkanik yang terhirup mereka.
"Penyakit mereka kebanyakan ISPA dan gangguan penglihatan," ujarnya.
Diketahui letusan Sinabung membuat rbuan warga terpaksa diungsikan. Bahkan sehari terakhir jumlah ini bertambah seiring diungsikannya penduduk dari beberapa desa seperti Guru Kinayan dan Beras Tepu. [ded]
KOMENTAR ANDA