post image
internet
KOMENTAR
Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan menyebutkan, saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di posko pengungsian masih sangat besar yakni 15.873 orang atau 5.002 kepala keluarga (KK). Para pengungsi tersebut terdiri dari 6.021 laki-laki, 6.228 perempuan, 1.614 lanjut usia (lansia), 148 ibu hamil dan 899 bayi.

"Selebihnya sudah dipulangkan ke desa mereka yang berada diluar radius 5 kilometer," katanya, dilansir antaranews.com, Minggu (2/3/2014).

Jhonson menyebutkan, hingga saat ini mereka masih terus memantau perkembangan dari warga yang telah kembali kekampung halaman mereka. Warga tersebut umumnya mengeluhkan kondisi lahan pertanian mereka yang hingga saat ini masih belum bisa dikerjakan akibat kerusakan yang ditimbulkan abu vulkanik. Namun pemerintah memastkan, seluruh masyarakat tersebut masih mendapat perhatian dari pemerintah melalui pemberian jaminan hidup sebesar Rp 6.000 per hari kepada masing-masing penduduk.

"Selain itu per kepala keluarga juga masih mendapatkan bantuan sebesar Rp50.000 per kepala keluarga per bulannya," ujarnya.

Data yang disampaikan Jhonson menyebutkan, 16 desa yang saat ini telah dihuni kembali diantaranya yakni Desa Batu Karang 4.954 jiwa atau 1.452 kepala keluarga (KK), Desa Rimo Kayu 657 orang/ 196 KK, Desa Cimbang 234 orang/ 68 KK, dan Desa Ujung Payung 311 orang/ 93 KK.

Kemudian, Desa Kutambelin 990 jiwa/ 265 KK, Desa Gung Pinto 551 orang/ 146 KK, Desa Naman 1.533 orang/424 KK, Desa Sukandebi 902 orang/259 KK yang berada di Kecamatan Naman Teran.

Desa Tiga Pancur 918 orang/256 KK, Desa Tiganderket 1.779 jiwa/505 KK, Desa Tanjunga Morawa 1.201/338 KK, Desa Payung 1.788 orang/538 KK, Desa Jeraya 551 orang/ 146 KK, dan Desa Pintu Mbesi 242 orang/65 KK.[rgu]

Sandy Irawan: Miliki Lokasi Strategis, Pemko Binjai Mestinya Prioritaskan Kawasan Ekonomi

Sebelumnya

Pemprov Sumut Segera Bagikan Rp. 260 Miliar Bantu Warga Terdampak Covid 19

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pemerintahan