post image
KOMENTAR
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan terkesan tidak peduli dengan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan sejumlah usaha seperti toko roti, restoran, dan laundri di Jalan Taruma/Lingkungan I Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Bahkan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut terkesan buang badan.

Padahal keluhan tersebut sudah disampaikan berulang-ulang agar sejumlah usaha yang diduga tidak punya Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) tersebut ditindak tegas. Bahkan, Camat Medan Petisah Muhammad Yunus juga sudah meminta usaha tersebut ditindak. "Kami sudah sampaikan kepada intansi terkait untuk menindak sejumlah usaha tersebut karena dikeluhkan masyarakat. Namun sampai saat ini tidak ada tindakan dilakukan oleh BLH Kota Medan," ungkap Yunus, Rabu (15/10/2014).

Menanggapi pernyataan Yunus, Kabid Amdal BLH Kota Medan Syam Zega yang dikonfirmasi mengungkapkan, hal itu bukan kewenangannya. Tapi bagian pengawasan. Dirinya menyarankan untuk menanyakan ke bagian itu saja. "Jangan tanya saya. Saya tidak tahu. Tanya Ibu Lies sajalah atau Pak Gultom," kilahnya.
 
Ketika ditanya apakah pihaknya pernah mengeluarkan IPAL untuk sejumlah usaha di Jalan Taruma, Syam Zega terkesan menghindar. "Tanya sajalah sama mereka. Saya lagi di luar. Ada kerjaan. Urusan dinas. Sudah ya. Saya lagi sibuk," pungkasnya.

Sama halnya dengan Syam Zega, Staf Bagian Pengawasan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan Lies Setyowati juga terkesan buang badan atas persoalan ini. Berdasarkan pesan singkat yang disampaikannya, dirinya sedang berada di luar kota karena urusan dinas. Dirinya tidak mengetahui sudah sejauh mana penanganan persoalan tersebut.

"Dik aku lagi dinas ke Surabaya. Info terakhir tim BLH sudah turun ke lokasi dan dan hasil akhirnya aku belum tahu karena lagi ditangani. Tolong konfirmasinya ke pimpinan ya dik," tulisnya melalui pesan singkat.

Sayangnya Kepala BLH Kota Medan Arief Tri Nugroho tidak bisa ditemui di kantornya. Begitu juga ketika dihubungi melalui telephone selulernya tidak berhasil, karena telefon tersebut sedang tidak aktif.[rgu]

Inovasi Pemutus Rantai Penularan Tuberculosis Paru Melalui Wadah Berisi Lisol Terintergrasi Startegi Derectly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS)

Sebelumnya

Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Kesehatan