post image
KOMENTAR
Pihak PDAM Tirtanadi menyatakan, hingga saat ini mereka masih kekurangan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan air bagi seluruh pelanggan. Sementara untuk membangun sumber
produksi air sendiri mereka masih mengaku membutuhkan tambahan modal.

Kepala Public Relation Tirtanadi, Amrun mengatakan penyertaan modal sesuai Perda Tirtanadi tahun 2009 sebesar Rp 400 miliar masih belum terealisasi seluruhnya.

"Yang sudah terealiasi baru sekitar Rp 327 miliar, sementara Rp 73 miliar lagi belum, sesuai perda sebenarnya itu harus tuntas dalam 5 tahun," ungkapnya, Kamis (6/11/2014).

Dana sebesar Rp 73 miliar yang belum terealisasi tersebut menurutnya sangat penting untuk berbagai pekerjaan PDAM Tirtanadi, seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk menambah produksi.

"Dana sebesar itu bisa membangun IPA berkapasitas 200 liter per detik atau setara 14.000 sambungan rumah tangga," ungkapnya.

Pihak PDAM sendiri menurunya belum sanggup untuk membangun IPA baru dengan mengandalkan modal sendiri. Untuk itulah mereka berharap tambahan modal tersebut segera terpenuhi baik melalui investasi dengan pihak swasta, lokal maupun asing.

"Hanya saja itu masih menunggu dukungan atau jaminan dari Pemprovsu selaku pemilik badan usaha PDAM Tirtanadi," ungkapnya.[rgu]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi