post image
KOMENTAR
Pemerintah Sierra Leon melarang warganya merayakan Natal dengan menggelar perkumpulan dan pesta-pesta. Hal ini terkait dengan penyebran virus ebola yang kian pesat.

Kebijakan yang masih dalam perencanaan itu diyakini mampu menghempang perkembangan penyebaran ebola di Negara Afrika itu.

"Pemerintah akan menjaga agar warga tetap berada dalam rumah selama Natal, hari diskon, dan Tahun Baru," kata Jarrah Kawusu-Konte, jurubicara kepresidenan Sierra Leone.

Seperti yang dilansir Reuters, pemerintah setempat juga akan mengerahkan tentara di seluruh negara untuk menegakkan kebijakan itu, termasuk larangan untuk menyelenggarakan pesta dan perayaan lain.

"Kalau anda membuat pesta, risikonya sangat tinggi. Kami khawatir untuk memutus rantai penularan melalui pesta dan perkumpulan-perkumpulan," kata Kawusu-Konte. Ia tidak menyebutkan tanggal pasti pelarangan itu akan diberlakukan.

Disamping larangan melakukan perkumpulan, otoritas Sierra Leone juga berencana meningkatkan respon Ebola di dalam dan sekitar ibukota Freetown, yang bertujuan mencegah peningkatan infeksi Ebola.

Sementara itu, dari data WHO yang dipublikasikan Jumat menunjukkan, ada sekitar 8.086 kasus di Sierra Leone dengan jumlah kematian mendekati angka 1.900 orang.

Peningkatan operasi tanggap selama sebulan yang akan dimulai pada Rabu itu bertujuan memperkuat respon negara tersebut, terutama dalam melacak warga terinfeksi Ebola, kata kepala Pusat Tanggap Ebola Nasional (NERC) Sierra Leone, Palo Conteh.

"Kami ingin membawa warga terinfeksi keluar rumah dan membawanya ke pusat-pusat pengobatan, yang akan dibuka lebih banyak lagi minggu depan," kata Conteh.


Peningkatan operasi tanggap selama sebulan yang akan dimulai pada Rabu itu bertujuan memperkuat respon negara tersebut, terutama dalam melacak warga terinfeksi Ebola, kata kepala Pusat Tanggap Ebola Nasional (NERC) Sierra Leone, Palo Conteh.

"Kami ingin membawa warga terinfeksi keluar rumah dan membawanya ke pusat-pusat pengobatan, yang akan dibuka lebih banyak lagi minggu depan," kata Conteh.

Koordinator NERC Stephen Gaojia mengatakan akan dilakukan kunjungan ke setiap rumah karena masih ada warga yang sekarat di rumah dan menolak melapor ke fasilitas kesehatan saat terinfeksi.

Ia menambahkan, sebanyak 900 tempat tidur akan disediakan untuk menampung pasien dalam upaya menurunkan angka penularan di kawasan barat setelah Tahun Baru dan benar-benar menghentikan penularan Ebola. [hta]

Inovasi Pemutus Rantai Penularan Tuberculosis Paru Melalui Wadah Berisi Lisol Terintergrasi Startegi Derectly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS)

Sebelumnya

Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Kesehatan