post image
KOMENTAR
Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya yang terdampar di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Sabtu (16/5). Bantuan tersebut yakni berupa logisitik makanan dan obat-obatan.

"Saat ini para pengungsi memang sangat membutuhkan makanan seperti beras, susu, minuman dan obat-obatan. Saat datang, kami langsung berkoordinasi dengan pihak setempat untuk membantu dalam membuat dan pemenuhan kebutuhan dapur umum," ungkap Direktur Disaster Management Cente (DMC) Dompet Dhuafa, Asep Beny di posko pengungsian gedung serba guna Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat, Sabtu (16/5).

Selain mendistribusikan bantuan, terang Asep, Dompet Dhuafa juga menggelar sekolah ceria untuk anak-anak pengungsi. Anak-anak pengungsi dihibur oleh tim Dompet Dhuafa agar mereka melupakan sejenak kesulitan yang mereka alami.

Hampir sepekan ratusan pengungsi Rohingya terdampar di wilayah perairan Aceh dan Sumatera Utara. Informasi yang diterima Dompet Dhuafa pada Jumat (15/5),  sedikitnya 95 pengungsi Rohingya yang terdiri dari 51 warga asal Myanmar di antaranya 8 wanita, 2 anak, 41 pria dan 44 warga Bangladesh di antaranya 35 pria, 9 masih menjalani perawatan di rumah sakit, dikarenakan mengalami sesak nafas, dan daya tahan tubuh melemah.

Seperti yang diketahui, Rohingya merupakan salah satu etnis Muslim yang tinggal di Myanmar. Mereka kabur dan mencari suaka dari negaranya lantaran pemerintah Junta Militer Myanmar tidak ingin mereka eksis.

"Pemerintah Junta Militer Myanmar mengusir dan menindas mereka. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir oleh hukum internasional," ungkap Vice President South East Asia Humanitarian Committee, Sabeth Abilawa.

Sabeth menuturkan, penindasan atas etnis Rohingya ini sudah terjadi sejak tahun 2012. Sejak saat itu, etnis Rohingya tersebar ke berbagai negara untuk mengungsi bahkan melewati lautan yang ganas menggunakan perahu seadanya seperti ke Indonesia.

Sejak tragedi terjadi 3 tahun lalu, Dompet Dhuafa menyerukan kepada Lembaga Kemanusiaan Dunia untuk membantu krisis yang menimpa minoritas muslim Rohingya. Dompet Dhuafa pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan konkrit dan mengirimkan pasukan perdamaian ke Myanmar.

"Hal yang tiga tahun lalu sama kita lakukan sekarang. Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk bersimpati dan membantu tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas Muslim Rohingya ini karena mereka adalah saudara kita," ujar Sabeth. [hta/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas