post image
KOMENTAR
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebulan belakangan ini mengalami kenaikan di kisaran Rp 800 per kilogram (kg), dari harga sebelumnya Rp 700 per kg.

Namun, kenaikan harga TBS kelapa sawit ini tidak serta-merta membuat petani senang. Pasalnya, harga dibawah Rp 1.400 per kg, dianggap bukanlah harga yang menguntungkan.

"Perbandingan kenaikan harganya hanya Rp 100 per kg, jadi tidak signifikan," ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sekaligus sebagai Petani Revitalisasi Andalan di Desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu Dahrul Ritonga kepada MedanBagus.Com, Senin (2/11/2015).

Dia mengungkapkan, biaya perawatan untuk tanaman kelapa sawit cukup tinggi, belum lagi pupuk, pestisida, fungisida serta membayar pekerja untuk merawat dan memanennya.

"Kalau harga jual TBS kelapa sawit Rp 1.400 per kg, baru bisa dibilang stabil, karena dapat memberikan keuntungan kepada petani, meski luas lahan hanya 1 hektar (ha). Tapi, kalau sudah dibawah harga segitu, mana ada lagi untungnya, malah merugi, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan keluarga tidak terpenuhi," bebernya.

Selama ini, katanya, harga TBS kelapa sawit di tingkat Petani berfluktuatif. Harga sempat anjlok di kisaran Rp 650 per kg, kemudian mengalami kenaikan Rp 700 per kg. Kemudian, anjlok kembali di kisaran Rp 400 per kg.

"Dan sekarang naik Rp 800 per kg. Tapi, petani tetap tidak semangat menanam sawit," ungkapnya.[rgu] 

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi