post image
KOMENTAR
Memasuki Tahun Baru 2016, tidak sedikit pelaku bisnis di Kota Medan mengeluhkan keadaan ekonomi dunia yang melemah. Hal ini menyebabkan aktifitas bisnis menjadi lesu.

Banyak pelaku bisnis mengeluh tentang penurunan bisnis mereka sampai 30-40 persen di tahun 2015. Rugi yang membengkak, bahkan tidak sedikit pula yang akhirnya memilih untuk menutup bisnis mereka dan mengadu nasib dengan mencoba usaha di sektor lain.

"Karena itu, jika ingin bertahan dan sukses dengan bisnis yang sudah dijalani, sebenarnya kita butuh strategi dan "tembakan" yang jitu serta tepat sasaran," ucap Business Coach ActionCOACH dari Las Vegas, dan juga seorang entrepenuer Muda Kristianto Huang kepada MedanBagus.Com, Kamis (31/12).

Dia menambahkan, ada motivasi jitu dari seorang tokoh bisnis yang dikagumi oleh para pemilik bisnis. Usianya masih muda, tetapi kesuksesannya mencetak “miliarder” lewat ActionCOACH International Business Coaching Firm telah mengangkat namanya di jajaran tokoh paling berpengaruh dunia, seperti Rupert Murdoch, Henry Ford, Richard Branson, dan Anita Roddick. Beliau adalah Bradley J. Sugars.

"Nah, ini bisa kita jadikan panutan dalam berbisnis," imbuhnya.

Kristanto menjelaskan, ada enam Langkah yang perlu pemilik bisnis lewati, agar bisnisnya dapat menjadi usaha yang komersil dan menguntungkan, dan dapat berjalan dengan sukses.

"Ini saya kutip dari kesimpulan Brad Sugars," tuturnya.

Langkah pertama, mengenai Mastery. Di tahap ini hal yang paling mendasar adalah mengubah kekacauan dalam bisnis anda menjadi terkontrol. Dimana ada 4 area penting yang perlu dikuasai, yaitu Destination, Money, Time, Delivery.

Kemudian, langkah kedua adalah Niche. Ditahap ini, pebisnis perlu menciptakan keunikan atau USP (Unique Selling Point) dari bisnis yang dilakukan dibandingkan dengan competitor sehingga tidak perlu mengalami price war.

"Penting untuk menyelesaikan terlebih dahulu langkah pertama yaitu Mastery, sehingga pada saat menerima orderan dalam jumlah yang banyak atas keberhasilan promosi USP bisnis, Anda tidak khawatir dari segi kesediaan produk, cashflow, dan pengantaran," urai Kristanto.

Langkah ketiga adalah Leverage. Setelah penguasaan operasional bisnis telah berhasil diselesaikan, dan keunikan dari bisnis telah ditemukan, kini saatnya menstrukturkan alur kerja dari bisnis tersebut, yaitu melalui sistem.

"Di level ini Anda telah perlu membuat Visi, Misi dan Budaya Perusahaan; membuat struktur organisasi; standard operational procedure; dan key performance indicator supaya karyawan dapat terpacu dalam mengembangkan bisnis Anda, sehingga bisnis Anda dapat lebih berkembang dengan maksimal" papar pemilik perusahaan distribusi  40 outlet yang tersebar di Aceh, Medan, Pekan Baru dan Batam ini.

Langkah keempat, jelasnya, adalah team, yakni pendelegasian akan berjalan dengan baik pada saat si pebisnis memiliki Winning team, dan melalui visi, misi, budaya, KPI yang dimiliki. Dengan sendirinya team dapat berkembang maksimal, ditambah lagi jika di bisnis memiliki common goals diantara karyawan, lalu Rules of the Games, Action plan, dan support risk taking.

Kelima adalah Synergy. Setelah sistem dijalankan oleh Winning Team, sambungnya, kini si pebisnis mulai berperan sebagi pemilik bisnis sejati untuk memikirkan bagaimana menduplikasikan bisnis dengan cara membuka cabang, atau memfranchisekan bisnis tersebut atau menginvestasikan bisnis lain, atau bahkan menginvestasikan waktu lebih banyak bersama keluarga.

Yang terakhir, kata Kristanto, yakni langkah keenam adalah Result. Level ini adalah pencapaian tertinggi oleh pemilik bisnis. Karena hasil perjuangan dalam membangun 5 level di atas dari membuat laporan keuangan, membuat sistem, membentuk ttim yang dahsyat dan bisa mendulikasikannya, akhirnya bisa terbayar di level 6 ini.

"Di level ini, sekarang Anda telah menjadi pemilik bisnis yang berhasil dan Anda sedang dalam perjalanan mewariskan kerajaan bisnis bagi Anak-anak Anda nantinya.

Bayangkan Anda dapat menikmati waktu bersama keluarga dirumah dengan menonton tv atau berlibur ke Bali,dan uang Anda juga terus masuk dan bertambah, karena bisnis sudah jalan sendiri," ujarnya.

Namun, kata dia lagi, jangan salah kaprah ketika mencapai langkah Result, bukan artinya bisa meninggalkan bisnis tersebut dengan sendirinya, si pebisnis tetap perlu mengontrolnya, dimana jam kerja biasanya dapat dihabiskan 6 jam sehari, menjadi hanya 6 jam seminggu. Namun lebih kepada pengontrolan bisnis tersebut.

"Ini supaya bisnis Anda yang menguntungkan dapat berjalan dan berkembang pada saat Anda jalan-jalan, tanpa perlu mencari-cari peluang bisnis baru terus menerus," tandasnya.[rgu]

Emas Naik Diatas $5.200 Per Ons, IHSG Dibuka Di Zona Hijau

Sebelumnya

Aktivitas Pengiriman Terus Bertumbuh, Lion Parcel Perkuat Infrastruktur dan Layanan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi