post image
KOMENTAR
Ketua Kelompok Tani Tri Murni Pematang Cengal Barat Tanjung Pura Langkat Darmawan mengungkapkan, petani di Tanjung Pura Langkat mengeluhkan pembangunan tanggul yang masih tertunda.

"Pada awal Januari 2015 lalu, pemerintah pernah berjanji akan membangun tanggul di desa ini. Tapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Ini yang membuat petani risau saat memasuki masa penghujan," ucap Darmawan, Jumat (22/1).

Dijelaskannya, tanggul merupakan sebagai penahan banjir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Serangan.

"Kita sudah usulkan ke Kepala Dinas PU Sumut, Kepala Dinas PSDA Sumut, Bupati Langkat, Gubernur Sumut, dan semuanya sudah kita dapatkan persetujuannya. Saat ini proposal kita sedang berada di Kementerian PU, dan yang menangani adalah Balai Wilayah Sungai Dua Sumut (BWSS), merekalah yang turun ke lapangan untuk melihat kelayakannya untuk dibangun.  Masalahnya untuk urusan birokrasi kita tidak begitu paham. Tetapi kita sebagai petani melihat ada sekitar 1.200 ha lahan sawah yang terdapat di tiga desa, yakni Desa Pematang Cengal Barat, Desa Baja kuning dan Desa Pulo Banyak Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat yang harus dilindungi oleh tanggul tersebut sebagai penahan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Serangan jika hujan deras mengguyur sewaktu-waktu," jelasnya.

Adapun, lanjutnya, tanggul yang harus diperbaiki tersebut sepanjang 7.500 meter (m). Dan hal ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).

"Jika sudah dibangun maka areal rawa-rawa sudah bisa seperti irigasi untuk lahan pertanian di tiga desa ini, karena tanggul lainnya sudah dibangun oleh bupati Langkat pada 2013 lalu, yakni sepanjang 21 kilometer (km). Dan pembangunannya pun sudah selesai. Hanya tinggal tanggul sepanjang 7.500 meter ini saja. Sementara, yang saya dengar anggaran di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Langkat tidak cukup, sehingga kita diarahkan ke Pemprovsu, yakni Dinas PU Sumut," urainya.

Sepanjang ini, katanya, tidak ada permasalahan lainnya yang dihadapi petani, bahkan Dinas Pertanian Sumut dan Dinas Peternakan Sumut dan Langkat sudah banyak memberikan bantuan, baik dari segi bibit, benih dan lainnya.

"Hanya ini saja keluhan petani, agar petani tidak was-was jika memasuki musim penghujan," tukasnya.[rgu]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi