post image
KOMENTAR
Kepala UPT TK/SD Medan Perjuangan Nurhadijah Harahap, memberikan penjelasan mengenai tudingan orang tua siswa yang menyebutnya melakukan intervensi terhadap hasil perlombaan tari melayu tingkat SD yang menjadi bagian dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Kecamatan Medan Perjuangan.

Ditemui dikantornya di Jalan Madong Lubis, Nurhadijah membantah disebut mengintervensi keputusan juri sehingga menyebabkan peserta dari SD Taman Harapan gagal menjadi pemenang. Ia juga menjelaskan bahwa pemenang dalam seleksi tersebut SD Zahira sudah ditetapkan oleh juri sebagai pemenang berdasarkan penilaian yang rasional.

"Pemenangnya disebut juri adalah dari SD Zahira, makanya saya mengumumkan," katanya, Selasa (5/4).

Nurhadijah menjelaskan, seleksi tingkat Kecamatan Medan Perjuangan didahului dengan seleksi di acara Gebyar Budaya yang digelar di SD Muhammadiyah. Dalam acara tersebut SD Taman Harapan tidak juara sehingga tidak berhak ikut dalam seleksi yang digelar pada 30 Maret 2016 lalu. Namun jelang pelaksanaan, mereka menurutnya ingin ikut sehingga dengan berbagai pertimbangan ia mengizinkannya untuk ikut.

"Pihak SD Zahira juga sebenarnya sudah komplain. Kok ikut mereka katanya. Saya beri pennjelasan biar saja ikut, kalo yang terbaik pasti menang," ungkapnya.

Terkait mengenai tudingan SD Zahira sudah terlebih dahulu di coret sebagai pemenang oleh juri, hal tersebut juga dibantah oleh Nurhadijah. Menurutnya, juri memang sempat memberi tanda pada SD Zahira dalam kertas penilaian karena belum mendapat penjelasan bahwa tari melayu yang diperlombakan adalah tari melayu kreasi. Namun setelah dirinya memberi penjelasan, maka Juri pun kembali pada penilaiannya semula dimana SD Zahira memperoleh nilai tertinggi.

"Dalam surat edaran kami juga kami sebut lomba tari Melayu Kreasi, artinya tidak harus mengikuti tari Melayu Deli. Itu yang dipertanyakan para orang tua tersebut sama saya dan sudah saya jelaskan sebenarnya," ujarnya.

Para orang tua dari peserta tari SD Taman Harapan menurutnya juga sudah mempertanyakan hal tersebut dan ia sudah memberikan penjelasan. Namun para orang tua tersebut menurutnya tidak puas dengan jawabannya.

"Mereka sangat semangat mungkin agar anaknya lolos. Tapi kita juga harus memperhatikan siapa yang terbaik kan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan beberapa orang tua peserta tari dari SD Taman Harapan menuding adanya intervensi dari Kepala UPT TK/SD mengenai hasil lomba. Mereka menyebut, juri sudah mencoreng SD Zahira selaku pemenang karena menarikan tari Melayu kreasi. Padahal dalam surat edaran yang mereka terima perlombaan tersebut harus mengikuti cara menari Tari Melayu Deli. Kepala UPT TK/SD sendiri sudah menunjukkan surat edaran tersebut dimana tertulis aturannya yakni lomba tari Melayu Kreasi.[rgu]

FOSAD Nilai Sejumlah Buku Kurikulum Sastra Tak pantas Dibaca Siswa Sekolah

Sebelumnya

Cagar Budaya Berupa Bangunan Jadi Andalan Pariwisata Kota Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya