post image
KOMENTAR
Cuaca ekstrim berupa kemarau panjang membuat petani tanaman jambu madu merugi. Hujan yang tidak kunjung turun membuat tanaman jambu madu mereka menjadi kering atau trek, tanaman juga menjadi layu dan kering.

Kalaupun berbuah, buah yang di hasilkan tidak terlalu matang dan tua, dan langsung gugur, atau buah yang dihasilkan menjadi kecil dan kurang manis, padahal jambu madu ini semestinya berproduksi terus.

Kondisi ini tentu saja membuat para petani merugi, sebab biasanya satu tanaman jambu madu bisa menghasilkan 30-40 kilogram setiap panennya.

Salah seorang petani jambu madu yang bernama Amat mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan musim trek tahun ini, dirinya Haris melakukan perawatan ekstra agar tanamannya tidak layu dan mati.

"Untuk sekarang ini, terpaksa kita ekstra merawatnya, agar pohon jambu tidak layu dan mati," ungkap Amat, Senin (29/8).

Ditambahkannya, Produksi jambu madu Langkat biasanya di pasarkan sampai keluar kota dan luar provinsi.

"Produksi jambu madu Langkat biasanya kita pasarkan ke Medan hingga Jakarta, dengan harga 25 ribu perkilogramnya," demikian.[rgu]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi