post image
KOMENTAR
Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Meutya Hafid memberi sosialisasi pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika  kepada siswa-siswi SMK Penerbangan Angkasa Nasional beberapa waktu yang lalu.

Di depan 150 siswa/i sekolah penerbangan tersebut Meutya menekankan betapa pentingya nilai-nilai kebangsaan dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pengamalan itu bisa kita mulai dengan ketaatan kita kepada Tuhan YME, disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diamanahkan, menghargai sesama, taat terhadap aturan, toleransi dan saling menghargai," ujar Meutya.

Lebih lanjut Meutya menjelaskan kenapa anak muda penting sekali tahu dan harus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan ini, mengingat anak-anak muda merupakan penerus bangsa, yang akan menjadi generasi penerus bagi para pendahulunya.

"Pancasila, misalnya. Di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan, bagaimana kita diajarkan untuk meyakini Tuhan yang satu. Kemudian terdapat juga nilai-nilai persatuan, mengingat negera kita adalah negara dengan rakyat yang majemuk. Begitupula di dalamnya kita dianjurkan untuk bermusyawarah dalam memutuskan sesuatu," Jelas Meutya yang juga didampingi Kepala SMK Penerbangan Angkasa Medan, Dodi Arisandi.

Meutya juga turut memberi motivasi kepada siswa-siswi agar yakin akan diri masing-masing untuk dapat meraih kesuksesan.

"Intinya adalah memperbaiki diri, kita harus bertanya dalam hati, sudahkah kita memantaskan diri untuk mendapatkan hal yang terbaik. Sudahkah kita menjalankan perintahNya dengan baik, ketika kita sudah mencoba hal yang baik, dan belum berhasil, maka coba lagi  dengan melakukan yang lebih baik" terang Meutya.

"Saya yakin jika kalian punya semangat dan tekat yang kuat juga diimbangi dengan kemampuan yang baik, semua akan sukses. Dan yang harus diingat, sukses bukan hanya ketika kita berhasil mendapat apa yang kita mau, tetapi kita juga bisa memberikan manfaat dari apa yang kita raih kepada orang sekitar kita," lanjut Meutya.

Meutya menutup sosialisasi tersebut dengan meyakinkan para siswa-siswi bahwa putus asa bukan pilihan bagi anak muda.

"Kita juga harus ingat bahwa setiap orang diberi Tuhan tantangan yang berbeda, kesulitan yang berbeda, dan pemikiran kitapun pasti berbeda.Ketika kita mencoba lalu gagal, dan mencoba lagi tapi gagal lagi, tetapi kita tidak putus asa, kita tidak berburuk sangka kepada Tuhan, itu juga sukses namnya, sukses melewati cobaan dari-Nya. Karena gagal itu juga bagian dari cobaan, bisa saja Tuhan memberi kita jalan dibidang yang lain," tutupnya.[sfj]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas