post image
KOMENTAR
Perlawanan warga Binjai terhadap pembangunan transmisi Sutet, terus berlanjut. Warga menganggap PT PLN belum memberikan sosialisasi terhadap mereka.

Hal itu juga diakui oleh Camat Binjai utara, Sugiono, beberapa hari yang lalu. Dirinya mengatakan sosialisasi hanya pernah dilakukan sekali, tepatnya pada tahun 2013.

Mendengar permasalahan warga dan PT. PLN, belum menemukan titik temu, Walikota LIRA Binjai, Ir Eddy Aswari, mulai angkat bicara.

"Untuk pembangunan tower Sutet, diduga re-route. Apakah lintasan Sutet sudah dilakukan survey meliputi Soil Test?" ujarvEddy Aswari penuh tanya, saat ditemui di kantornya, di Binjai.

"Seharusnya dilihat kondisi alam, topografi, dampak sosial, ekonomi, budaya masyarakat setempat yang dilintasi transmisi Sutet," sambungnya.

Dikatakan Eddy Aswari, pembangunan transmisi Sutet dari Galang (Deli Serdang)-Binjai, semestinya 267 tiang transmisi Sutet, tapi kenapa cuma 142 tiang saja yang didirikan. Hal itu menjadi tandatanya.

"Apakah warga cuma mendapat dampak dari pembangunan tersebut. Seharusnya PLN peka terhadap permasalahan ini. Otomatis kenyamanan masyarakat terganggu, seperti ruang gerak terbatas, kesehatan, serta rasa waswas berkepanjangan yang ditimbulkan," bebernya.

Walikota LIRA Binjai, Eddy Aswari, sangat berharap, PLN bisa memaparkan kajian ulang dugaan re-route yang dilintasi.

"Hal itu meliputi hak hak masyarakat secara transparan, sesuai dengan undang undang dan peraturan, yang berkaitan dengan pembangunan transmisi Sutet," katanya.

LIRA Binjai berjanji, akan memfasilitasi warga untuk mendapatkan haknya, berdasarkan undang undang.

"Diharapkan kepada pihak PLN, agar transparan kepada warga terhadap pembangunan Sutet," demikian Eddy. [hta]







Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas