post image
KOMENTAR
Kalangan DPR mensinyalir penyebaran isu penarikan uang secara ramai-ramai alias rush money pada 25 November nanti ditunggangi banyak kepentingan. Karena itu, masyarakat diimbau tak termakan isu tersebut agar krisis 1998 tak terulang.

"Ini (isu rush money) ada macam-macam kepentingan. Saya tidak ingin memperkeruh keadaan, tak perlu menyebut kepentingan siapa,” ujar anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha, Jumat (18/11).

Menurut Tamliha, seruan aksi tersebut membahayakan negara. Kondisi keuangan bisa kolaps jika masyarakat mengambil uang secara ramai-ramai dalam jumlah yang besar.

Kas perbankan akan defisit. Makanya, dia mengimbau masyarakat tidak ikut-ikut menyebar isu tersebut apalagi turut menarik uang dalam jumlah besar pada tanggal 25 November nanti.

"Menkeu (Menteri Keuangan) sudah meminta agar aksi itu tak dilakukan. Bank akan kekurangan dana jika uang ditarik dalam jumlah besar. Ini bisa mengulang krisis ekonomi tahun 1998, bank-bank yang kolaps,” demikian politisi PPP ini. [hta/rmol]

Emas Naik Diatas $5.200 Per Ons, IHSG Dibuka Di Zona Hijau

Sebelumnya

Aktivitas Pengiriman Terus Bertumbuh, Lion Parcel Perkuat Infrastruktur dan Layanan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi