post image
KOMENTAR
Kedatangan Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte ke Indonesia untuk menyampaikan niat mengembalikan 1500 artefak yang selama ini berada di museum Belanda ke Indonesia mendapat tanggapan dari komunitas Spiritual Indonesia (SI) Medan, Jumat (25/11).

"Tentunya, bukan sebuah kebetulan PM Belanda, Mark Rutte, datang ke Indonesia menyampaikan niat mengembalikan 1500 artefak yang selama ini di museum sana ke tanah pertiwi, Indonesia Nusantara, yang secara simbolik dihadirkan dengan penyerahan sebilah keris bersarung warna emas kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka kemarin, (Rabu, 23/11). Hal ini sudah lama terlihat oleh kita secara tak kasat mata sejak 2011 lalu," kata salah satu anggota Spiritual Indonesia Medan, Ahmad Arief Tarigan kepada MedanBagus.com.

Arief menjelaskan, niat mengembalikan 1500 artefak oleh Belanda tersebut merupakan sebuah pertanda bahwa baik global maupun lokal telah menyadari pentingnya advokasi masyarakat adat Nusantara dan revitalisasi situs sejarah dan budaya.

"Apa pun yg dibuat tak ada yang luput dari perhatian dunia. Global atau lokal hanya kata-kata, faktanya, keduanya sama saja, cuma pengistilahan saja. Itu sebabnya, komunitas kita Spiritual Indonesia, khususnya Spiritual Indonesia Medan  fokus pada advokasi masyarakat adat Nusantara dan revitalisasi situs sejarah dan budaya yang tersebar di sekeliling kota Medan tercinta," jelasnya

"Revitalisasi dan konservasi yang bagi sebagian orang belum teraba karena lebih tertarik pada sakti-saktian dan sejenisnya. Ini abad 21, era teknologi informasi," sambungnya.

Spritual Indonesia Medan memandang, advokasi masyarakat adat Nusantara dan revitalisasi situs sejarah dan budaya merupakan isu strategis di abad 21.

"Kita fokus pada isu strategis di Abad 21 yang mengedepankan penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengaktivasi kembali kesadaran akan keselerasan dengan alam lingkungan sekitar,"

Salah satu upaya advokasi yang telah dilakukan oleh Spiritual Indonesia Medan  yaitu menggelar silaturrahmi kepada masyarakat adat Urung Senembah pada 17-19 September 2016 lalu.

"Ini terus kita lakukan, seperti yang baru saja kemarin 'Silaturahmi Masyarakat Adat: Temu Darat Spiritual Indonesia Medan dengan Masyarakat Adat Urung Senembah' pada tanggal 17-19 September 2016 lalu di wilayah Kerajaan Urung Senembah. Salah satu wilayah kerajaan Nusantara yg pernah sezaman dengan Kerajaan Haru ratusan bahkan ratusan tahun lalu. Kita masih berjalan dan terus berjalan. Salam budaya," demikian Arief.[sfj]

FOSAD Nilai Sejumlah Buku Kurikulum Sastra Tak pantas Dibaca Siswa Sekolah

Sebelumnya

Cagar Budaya Berupa Bangunan Jadi Andalan Pariwisata Kota Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya