Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) terus memperkuat upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Gerakan Sekolah Sehat melalui Surveilans dan Edukasi Gizi pada Siswa Sekolah Dasar.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, di SD Persa Sekolah Juara Medan, dengan melibatkan sebanyak 100 orang siswa dan 15 orang guru. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi gizi siswa sekaligus memperkuat kapasitas sekolah dalam melakukan pemantauan status gizi sebagai bagian dari implementasi **Gerakan Sekolah Sehat (GSS), khususnya pilar Sehat Bergizi.
Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan pendanaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis FKM USU Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut merupakan bentuk komitmen FKM USU dalam mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat penerapan hasil keilmuan perguruan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat.
Perkuat Surveilans Gizi di Lingkungan Sekolah
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan pihak sekolah sebagai mitra aktif sejak tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan kegiatan setelah program pengabdian selesai dilaksanakan. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan sosialisasi Gerakan Sekolah Sehat, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah, pemetaan kebutuhan, serta pengenalan konsep GSS dengan fokus pada aspek sehat bergizi.
Selanjutnya dilakukan surveilans dan skrining status gizi siswa melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk menentukan status gizi serta menjadi dasar dalam pencatatan dan pelaporan kondisi gizi siswa. Kegiatan juga dilanjutkan dengan edukasi gizi kepada siswa melalui materi mengenai gizi seimbang dan konsep “Isi Piringku”, pentingnya konsumsi air yang cukup, sarapan bergizi, serta pemilihan makanan dan jajanan yang lebih sehat.
Selain itu, siswa mendapatkan edukasi mengenai anemia, meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan, serta upaya pencegahannya melalui konsumsi makanan yang kaya zat besi dan penerapan pola makan bergizi seimbang. Untuk mengetahui efektivitas edukasi, dilakukan pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan siswa sebelum dan setelah kegiatan.
Libatkan Guru dan Bentuk Kader Kesehatan Sekolah
Tidak hanya menyasar siswa, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas guru dan pengelola UKS/Gerakan Sekolah Sehat melalui kegiatan peningkatan kemampuan dalam melakukan pemantauan sederhana status gizi siswa.
Ketua tim pengabdian, Kiki Rismadi, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa pemantauan status gizi di sekolah penting dilakukan secara berkala karena sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis untuk mendeteksi permasalahan kesehatan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga berupaya membangun sistem sederhana yang dapat membantu sekolah melakukan pemantauan status gizi secara berkelanjutan. Harapannya, sekolah memiliki data yang dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah promotif dan preventif terkait masalah gizi pada siswa,” ujar Kiki Rismadi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan pengetahuan gizi perlu diikuti dengan perubahan perilaku dan dukungan lingkungan sekolah.
“Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memahami makanan yang sehat, memilih jajanan dengan lebih baik, membiasakan sarapan, mencukupi kebutuhan air, dan memahami pentingnya gizi seimbang. Namun, perubahan tersebut tentu membutuhkan dukungan guru, keluarga, dan lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Mendukung SDGs dan Keberlanjutan Gerakan Sekolah Sehat
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen FKM USU yang terdiri atas Kiki Rismadi, S.K.M., M.K.M sebagai ketua, Diza Fathamira Hamzah, S.K.M., M.Kes, Inayyah Nur Fitry Sirajuddin, S.KM., M.Kes., Maya Fitria, S.K.M., M.Kes., dan Prof. dr. Fazidah Aguslina Siregar, M.Kes., Ph.D. sebagai anggota.
Tim pengabdian FKM USU berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan edukasi dan pengukuran status gizi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan dan gizi siswa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat Gerakan Sekolah Sehat, meningkatkan literasi gizi siswa, menghasilkan data status gizi yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah, serta mendorong terbentuknya kader kesehatan sekolah sebagai penggerak perilaku hidup sehat.
FKM USU berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, partisipatif, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
KOMENTAR ANDA