Herman mengalami luka serius di bagian dadanya. Selain Herman, enam warga sipil lainnya juga mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu dan senjata lainnya.
"Ada tujuh orang luka. Satu diantaranya AKBP Herman Sikumbang, Wakasat Brimob Polda Sulsel yang terkena papporo (senjata api rakitan)," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/2).
Papporo adalah senjata api kokang rakitan yang sekali meletus dapat mendorong puluhan peluru. Selain korban luka, beberapa bangunan juga kendaraan turut menjadi korban akibat dirusak massa.
Selain senjata papporo, polisi juga menemukan indikasi penggunaan busur dan batu dalam insiden tersebut.
Agus menjelaskan, peristiwa tawuran bermula sekitar pukul 16.15 WITA saat massa pendukung salah satu cagub/cawagub yang berjumlah 30 orang bertemu dengan massa pendukung cagub/cawagub lainnya.
Meski demikian, Agus menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan satu orang pun tersangka. Penyelidikan masih terjadi atas peristiwa tawuran tersebut.
"Masyarakat agar bisa melaksanakan seluruh rangkaian itu secara damai," pungkasnya. [ald/rmol/ans]
KOMENTAR ANDA