post image
KOMENTAR
Nelayan di Percut Sei Tuan, Deliserdang, mengeluhkan kondisi penurunan kualitas lingkungan juga minimnya alat tangkap. Salah seorang tokoh masyarakat nelayan yang akrab dipanggil Wak Haji, misalnya mengeluhkan tebalnya sedimentasi di muara sungai sehingga menyulitkan akses nelayan menuju laut.

Wak Haji menyebutkan lumpur setiap tahunnya kian menebal di dasar sungai. Akibatnya kegiatan melaut baik pergi dan pulang menjadi sangat bergantung pada alam yakni menunggu air laut pasang.

"Kami berharap Pak Gatot bisa memerintahkan dinas terkait agar bisa mengeruk sungai. Bila itu terwujud maka nelayan bisa keluar-masuk melaut kapan saja tanpa harus menunggu air pasang," pintanya saat mendapat kunjungan Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho, Kamis (7/2/2013).

Menurutnya, sungai yang menjadi satu-satu jalur ke laut pernah dilakukan pengerukan pada 2006. Tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi sepanjang sungai dan jangka waktu yang lama membuat sedimen dasar sungai menebal sehingga menyusahkan nelayan saat akan melaut.

Melihat kondisi sungai yang kotor oleh sebagian sampah rumah tangga seperti sampah plastik, Gatot mengajak agar masyarakat nelayan juga aktif menjaga kebersihan sungai. "Jadikan sungai sebagai halaman depan rumah Anda sehingga kita semua menjadi peduli akan kebersihan sungai sekaligus menjaganya," kata Gatot.

Selain itu, seorang nelayan yang usianya sudah sepuh, yaitu Wak Ahmad (70), yang sudah melaut lebih dari 50 tahun itu  mengharapkan Gatot membantunya agar menyediakan perlengkapan menangkap ikan dan kerang seperti jala, dan perahu. Pria renta ini pun meminta pemerintah mau membangun rumah yang layak bagi nelayan.

"Saya yang sudah tua ini tidak berani melaut lebih jauh lagi apalagi perahunya tidak mendukung. Saya mengharap Pak Gatot juga memperhatikan rumah bagi nelayan," harapnya.

Wak Ahmad juga mencurahkan perasaan hatinya dan nelayan secara umum di daerahnya soal keberadaan kapal ikan berpukat untuk mengambil kerang. Pasalnya kapal ikan tersebut mengambil kerang kecil yang seharusnya belum bisa dipanen. "Kami sangat gelisah karena semakin sulit mendapatkan kerang. Tolong diperhatikan keberadaan kapal ikan tersebut," pungkas Wak Ahmad. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi