post image
KOMENTAR
Aparat Polda Sumatera Utara (Sumut) sebaiknya tidak terlalu permisif terhadap aksi perjudian yang kerap terjadi di wilayahnya. Akibat sikap Polda Sumut yang terlalu permisif, para bandar judi justru menjadi besar kepala.

"Terbukti dalam setahun ini sudah terjadi tiga kali aksi pengeroyokan yang dimotori bandar judi terhadap polisi yang mau menggerebek. Bahkan ada dua polisi yang tewas dibakar hidup-hidup saat hendak menangkap bandar judi di Sumut," ungkap Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui keterangan tertulis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Minggu (31/3/2013).

IPW menilai, aksi pemberantasan judi, terutama toto gelap (togel) di Sumut cenderung tebang pilih. Kata Neta, ada yang digerebek dan banyak yang tetap buka. Sehingga masyarakat cenderung menilai polisi bersikap diskriminatif.

"Sikap diskriminatif ini pula yang kerap memicu kedongkolan warga terhadap polisi. Tak pelak ketika ada yang memprovokasi, warga menjadi nekat mengeroyok polisi," sambung Neta.

IPW mencatat, dalam setahun terakhir terdapat tiga aksi pengeroyokan terhadap polisi yang diprovokasi bandar jaudi. Pertama, terjadi pada 26 Februari 2012 lalu yang mengakibatkan dua anggota Polda Sumut tewas dibakar massa, yakni, Brigadir Ricardo Jefry Sitorus (24) dan Brigadir Cristian Markus Siregar (24). Saat itu korban bersama tiga rekannya hendak menangkap K bandar togel di Pancur Batu.

Sedangkan peristiwa kedua, terjadi pada 19 Maret 2012 silam, saat empat polisi yang hendak menggerebek judi bola di Jalan Brigjen Katamso Medan dikeroyok massa. Keempatnya berhasil kabur tapi mobil patroli polisi yang mereka gunakan dibakar massa.

Sementara peristiwa ketiga berlangsung pada 27 Maret 2013 saat Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan tewas dikeroyok massa saat hendak menangkap bandar Togel di Dusun Merek Raja Huta, Simalungun. Dengan rentetan kejadian ini, Polda Sumut seharusnya menyatakan perang terhadap perjudian dan segera melakukan operasi besar-besaran untuk menutup praktek-praktek perjudian dan menangkap para bandarnya, tegasnya.

"Jika Polda Sumut masih bersikap permisif dan diskriminasi, jangan heran jika para bandar judi makin nekat melakukan pengeroyokan terhadap para polisi yang akan menangkapnya," demikian Neta. [rmol/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas