post image
KOMENTAR
Keterampilan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan sekadar bergantung pada teknologi super canggih dan serba digital. Kemampuan individu pasukan Kopassus memiliki kualitas sempurna seorang prajurit.

Anggota Kopassus tidak hanya lihai menggunakan senjata, namun juga terampil membela diri, membikin kamuflase dan perangkap, bertahan hidup, memiliki daya tahan dan lain-lain.

Itulah salah satu alasan mengapa Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 menempatkan Kopassus sebagai pasukan khusus terbaik di dunia, atau top elite special forces in the word, setelah SAS Inggris dan Mossad Israel. Kehebatan Kopassus mengungguli pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seals dan Army Special Forces atau Green Berets, yang sangat tergantung pada teknologi.

Tak berlebihan bila kemudian, seorang anggota Kopassus dapat disetarakan dengan minimal lima tentara biasa. Dengan disiplin dan loyalitas yang tinggi, prajurit Kopassus bisa dikatakan sudah tidak memiliki rasa takut lagi. Mereka adalah tentara yang tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan, dalam keadaan bahaya sekalipun.

Kopassus, yang pada awalnya bernama Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi, dibentuk 16 April 1952 oleh Kolonel AE Kawilarang. Sementara Komandan pasukan pertama adalah Idjon Djanbi, seorang mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser, dan memilih jadi WNI.

Beberapa kali nama pasukan ini berubah-ubah setelah berada langsung di bawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 9 Februari 1953. Pasukan ini pernah bernama Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) dan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). RPKAD kemudian berubah menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD), sebelum akhirnya menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada 17 Februari 1971.

Seperti dilansir Rakyat Merdeka Online, akhirnya Kopassandha berganti nama menjadi Kopassus, hingga sekarang, sejak 26 Desember 1986. [ans]

Kuasa Hukum BKM: Tak Mendengar Saran Pemerintah, Yayasan SDI Al Hidayah Malah Memasang Spanduk Penerimaan Siswa Baru

Sebelumnya

Remaja Masjid Al Hidayah: Yayasan Provokasi Warga!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Hukum