Di dalam peristiwa itu massa juga sempat membakar Al-Quran di masjid Ahmadiyah tersebut.
"Massa ratusan orang mengendarai sepeda motor. Saat itu, saya sedang meronda. Di rumah hanya ada ibu saya sendirian," kata Asep Rahmat Ali, pemilik rumah yang dirusak massa di lokasi.
Dia menjelaskan, begitu tiba di lokasi perusakan, massa langsung menyebar. Ada yang merusak masjid dan rumah miliknya. Massa merusak kaca rumah dan masjid. Bahkan, massa mencoba membakar masjid, dan karpet masjid.
"Itu Al-Quran juga dibakar, tapi hanya cover depannya yang kebakar," kata Asep.
Saat kejadian, Asep melanjutkan, lampu rumahnya dalam keadaan mati. Ternyata massa merusak kabel listrik ke rumahnya.
"Baru tahu tadi pagi, saat kejadian tidak mengira listrik diputus," ujar Asep.
Sesepuh Ahmadiyah di Cipakat, Argadiraksa, menjelaskan, semua kaca di rumah dan masjid Ahmadiyah pecah. Selain kaca, televisi dan perabotan rumah juga dirusak.
Menurut dia, seorang pemilik rumah bernama Mamah, 80 tahun, beberapa saat sebelum kejadian dievakuasi polisi. Polisi membawa Mamah ke tempat aman.
"Bu Mamah sendirian, anaknya (Asep) lagi ngeronda. Mungkin gara-gara dievakuasi, massa makin ngamuk," ujar Argadiraksa. [rob]
KOMENTAR ANDA