post image
KOMENTAR
MBC. Komunitas Kretek Indonesia menolak pelaksanaan hari Anti Tembakau sedunia yang jatuh hari ini, Jumat (31/5/2013).

Koordinator aksi Komunitas Kretek Indonesia wilayah Medan Chaidir Harahap mengatakan peringatan hari anti tembakau sedunia harus ditolak karena dijadikan tameng bagi perusahaan asing untuk mencaplok hasil tembakau petani Indonesia.

Apalagi perang melawan tembakau terus berkumandang, namun impor tembakau terus meningkat.

"Sejak tahun 2003 hingga 2008, impor tembakau naik 250%. Begitu juga dengan cerutu yang naik 86,87% hingga 197,5%. Apalagi yang terjadi sekarang ini, dua perusahaan rokok nasional Sampoerna dan Bentoel sudah menjadi milik perusahaan asing dan ribuan pabrik kretek menengah kecil gulung tikar. Ada apa ini," terangnya kepada MedanBagus.Com, Jumat (31/5/2013) sesaat lalu.

Menurut Chaidir sangat kurang bijaksana jika mata dunia tertuju pada tembakau yang notabenenya memiliki nikotin cukup tinggi.

Padahal zat nikotin tidak hanya terdapat dalam tembakau, tapi juga pada sayuran seperti terong dan buah pada tomat.

"Kalau mau sportif, coba cek terong dan tomat kita, pasti mengandung nikotin. Jangan jadikan kesehatan menjadi grand isu pemilik kepentingan untuk mencaplok hasil asli pertanian Indonesia, yang nantinya menambah konflik baru di negeri ini," tambahnya.

Adapun yang di tuntut para pengunjuk rasa yakni:

1. Menolak peringatan hari tanpa tembakau sedunia 31 Mei yang sarat kepentingan asing.

2. Menolak PP 109/2012 sebagai regulasi pengendalian tembakau pesanan asing, yang tentu akan menguntungkan kepentingan asing.

3. Menuntut adanya regulasi pertembakauan yang melindungi industri tembakau (kretek) nasional.

4. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk lebih kritis menyikapi persoalan tembakau, deni kemandirian ekonomi dan kedaulatan bangsa.

Menurut pantauan MedanBagus.Com, selain membagi bagikan selebaran, para pengunjukrasa juga menggelar teatrikal dengan membawa spanduk dan rokok besar sebagai simbolis. [rob]


Inovasi Pemutus Rantai Penularan Tuberculosis Paru Melalui Wadah Berisi Lisol Terintergrasi Startegi Derectly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS)

Sebelumnya

Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Kesehatan