post image
KOMENTAR
MBC. Agenda penanganan korupsi yang seharusnya menjadi prioritas ternyata masih menjadi masalah serius. Korupsi gagal ditangani akibat terjadinya persekongkolan oknum di partai politik, birokrasi dan pengusaha. Alih-alih itu, korupsi pun semakin kronis.

Begitu rumusan hasil Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2013, yang dibacakan pimpinan sidang KH Ishomudin di Pondok Pesantren Universitas Sains Al Quran (UNSIQ), Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2013).

Kiai Ishom menambahkan, korupsi yang semakin kronis mengakibatkan melemahnya sendi-sendi kehidupan bernegara dan kepemimpinan nasional dalam upaya mewujudkan kemakmuran rakyat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kesempatan yang sama mengatakan, semakin kronisnya korupsi di Indonesia mengakibatkan apatisme tumbuh subur di tengah masyarakat. Kondisi ini juga diakibatkan oleh penerapan demokrasi liberal yang hanya menekankan pada aspek prosedural.

"Di mobil-mobil banyak ditemukan tulisan ‘piye kabarmu, le? Sik penak jamanku tho?’. Itu bentuk keputusasaan masyarakat, apatisme yang apabila tidak ditangani serius akan sangat membahayakan," ungkap Kiai Said sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online.

Meski begitu, Kiai bergela doktor lulusan Universitas Ummul Qura’, Mekkah itu meminta masyarakat untuk tidak putus asa. Kiai Said mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus berusaha dan berdoa, salah satunya melaksanakan istighotsah sebagai bentuk ungkapan doa bersama.

"Seburuk apapun kondisi bangsa kita saat ini, kita tidak boleh putus asa. Kita semua harus terus berusaha dan berdoa, agar Allah segera memberikan jalan keluar terbaik," pungkasnya.[ded]

Kuasa Hukum BKM: Tak Mendengar Saran Pemerintah, Yayasan SDI Al Hidayah Malah Memasang Spanduk Penerimaan Siswa Baru

Sebelumnya

Remaja Masjid Al Hidayah: Yayasan Provokasi Warga!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Hukum