post image
KOMENTAR

. Tingginya curah hujan di hulu Sungai Barumun menyebabkan banjir kiriman ke wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Diperkirakan ratusan rumah warga di empat  kecamatan daerah itu terendam air, Selasa (10/11/2013) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebahagian warga terpaksa mengungsi dan ditampung di tenda yang didirikan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.

Salah seorang warga, Ijal, mengaku mereka yang tinggal di seputaran bantaran Sungai Barumun terpaksa mengungsi. Karena rumah tempat tinggal mereka ikut terendam air.

Sebagian warga, kata dia, kini telah mengungsi ke lokasi yang aman. “Warga yang mengungsi di tenda BPBD Labusel sebanyak 15 kepala keluarga, kemungkinan akan bertambah lagi karena air terus naik,” jelasnya.

Banjir kiriman, katanya melanda daerah itu sejak Selasa sore. air tiba-tiba begitu cepat datang dan merendam puluhan rumah warga. Banjir kiriman ini, datang dari Kabupaten Madina. “Dalam setahun ini sudah dua kali terjadi banjir,” ungkap dia.

Warga yang tinggal di tenda pengungsian, kata dia, mendapat bantuan sembako dari Palang Merah Indonesia (PMI) Labusel. Materialnya, berupa beras, mi instan, dan telur. “Kami dapat bantuan dari PMI Labusel,” tutur Jul.

Sementara itu, Ketua PMI Fery Andhika Dalimunthe sekaligus Ketua DPRD Labusel melalui Sekretaris PMI Labusel Ahmad Zaini Ritonga mengatakan, bantuan berupa sembako yang diberikan PMI Labusel adalah rasa tanggung jawab serta bentuk kepedulian kepada warga korban bencana alam.

“PMI berupaya memberikan bantuan sebagai bentuk kewajiban. Menolong masyarakat korban bencana alam adalah tugas PMI,” tandasnya.

Kepala BPBD Labusel Darwin Hasibuan, Rabu (11/12/2013) mengatakan, banjir kiriman dari hulu Sungai Barumun di Labusel telah merendam di empat kecamatan yaitu Kotapinang, Sungai Kanan, Torgamba, dan Kampung Rakyat. “Yang baru kita data rumah warga korban banjir masih Kecamatan Kotapinang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darwin menjelaskan, saat ini di Kampung Labuhan, Kecamatan Kotapinang, rumah warga yang terendam air sebanyak 50 KK. Sedangkan di tiga kecamatan lainnya seperti Kampung Rakyat, Torgamba, dan Langga Payung Sungai Kanan belum dapat data pasti.

PMI masih berkoordinasi dengan pihak aparatur desa dan kecamatan. “Namun tidak kemungkinan rumah warga yang terendam banjir bisa mencapai ratusan rumah dari empat lokasi tersebut,” tandasnya. [dito]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel