MBC. Pemilu serentak akan mewujudkan demokrasi sesungguhnya. Dan dengan Pileg dan Pilpres serentak itu, perubahan akan terjadi dengan nyata di tengah-tengah masyarakat.
"Partai besar bisa saja jadi partai kecil dan sebaliknya," ujar Pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam akun twitter pribadinya, @Yusrilihza_Mhd, Rabu (1/1/2013).
Menurutnya, kalau rakyat memilih presiden dan wakil rakyat bersamaan, maka rakyat akan pilih presiden dan partai secara bersamaan pula.
"Kecenderungannya, jika rakyat pilih Mega atau ARB sebagai Presiden, rakyat juga akan pilih PDIP dan Golkar. Demikian juga jika rakyat pilih Yusril sebagai Presiden, rakyat juga cenderung akan pilih PBB untuk legislatif," ungkap Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) ini.
Itulah, kata Yusril, yang ia maksud Pemilu serentak akan menciptakan perubahan politik yang besar melalui cara demokratis dan damai.
Dengan Pemilu serentak itu rakyatlah yang menentukan mana partai yang akan jadi partai besar, dan mana partai yang akan jadi partai kecil. Dalam demokrasi, kata Yusril, rakyatlah yang akan menjadi hakim dan penentu, siapa yang akan memegang kekuasaan dan siapa yang akan tersingkir.
"Bukan ditentukan oleh oligarki dan oligopoli politik yang terus bercokol selama 16 tahun di era reformasi. Mari kita jalani tahun 2014 ini sebagai tahun perubahan politik ke arah demokrasi yang sesungguhya. Semua itu akan berawal dari putusan MK," tandasnya.
Sebelumnya, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara Indonesia ini mengungkapkan, perubahan politik yang besar pada tahun 2014 akan terjadi, jika Mahkamah Konsitusi segera mengabulkan uji materil UU Pilpres yang sedang ia ajukan. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA