post image
KOMENTAR
Aktivitas penyeludupan di pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara kian marak terjadi dan modusnya makin beragam. Sekarang ada kecenderungan modus penyeludup beralih menggunakan jasa penumpang dari sebelumnya menggunakan kapal tongkang.

Demikian disampaikan Kepala Bea dan Cukai Pelabuhan Belawan, Widhi Hartono, saat memaparkan hasil tangkapan ribuan botol miras asal yang diseludupkan dari Malaysia di kantor Bea Cukai Belawan, Kamis (3/4/2014).

Widhi menjelaskan, ribuan botol miras, 3000 bal pakaian bekas, ribuan bungkus rokok, pedang saumari, alat kesehatan, cairan kimia dan produk makanan yang dimusnahkan ini merupakan barang-barang seludupan yang ditangkap dalam operasi pengawasan Bea dan Cukai Belawan dua tahun terakhir yang didapat dari kapal penumpang KM Kelud.

"Saat dilakukan penangkapan kebanyakan barang seludupan ini tidak  memiliki data kepemilikan dan penerima," ujarnya.

Seluruh barang yang disita ini telah menjadi milik negara dan harus dimusnahkan sesuai undang-undang.

"Kegiatan penyeludupan selama ini telah merugikan negara mencapai miiliaran rupiah dan merugian perekonomian Sumut," tegasnya.

Kedepan, kata Widhi, pihaknya bertekat akan lebih memperketat sistem pemeriksaan terhadap barang yang masuk sesuai peruntukan baik melalui kapal kargo dan penumpang yang masuk dipelabuhan Belawan. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi