post image
KOMENTAR
Iklan yang tidak memperhatikan estetika kota semakin banyak muncul di Kota Medan. Salah satunya seperti iklan Mazzoni berjumlah 11 titik disepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Sutrisno.

"Iklannya itu hanya besi biasa, lalu dicor dan sama sekali tidak ada seninya," sebut Ketua Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif saat rapat dengan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Jum'at (9/1/2015).

Banyaknya iklan yang tidak mengindahkan estetika kota tersebut diduga muncul akibat pengawasan yang minim dari instansi terkait untuk mengejar PAD dari sektor periklanan. DPRD Medan sendiri berjanji akan melakukan evaluasi untuk melihat target PAD yang masuk dari sektor tersebut.

"Jika PAD ternyata kosong, Dinas Pertamanan akan kita rekomendasikan diproses secara hukum," ujar anggota Komisi D DPRD Medan lainnya, Ilhamsyah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua P3I Medan, Odi Kusnadi mengatakan, pihaknya siap menjadi salah satu konsultan periklanan bagi pemerintah. Mereka bersedia memberikan sumbangsih pemikiran demi menjaga estetika kota tanpa menghapuskan seluruh papan iklan yang ada.

"Ada tauran soal syarat iklan, kami senang jika dilibatkan dalam penataannya," ujarnya.[rgu]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi