"Jarak kampung kami jauh, dia suka main internet makanya sama kawan-kawannya sering diajak kesana," kata Jahtera Tarigan, ayah JT di Mapolresta Medan, Selasa(5/5/2015).
Jahtera menjelaskan, mereka mengenal RB sebagai seorang Guru PNS yang sehari-harinya mengajar di SMP Negeri Sikeben yang terletak di kampung mereka. Mereka tidak menyangka anaknya menjadi korban penyiksaan oleh pelaku hanya karena dituding mencuri telur.
"Dia itu kami kenal karena kebetulan guru di SMP yang dikampung kami," ujarnya.
Saat ini kasus penyiksaan tersebut sudah dilaporkan ke Mapolresta Medan. Pihak kepolisian masih memintai keterangan untuk mengumpulkan bukti-bukti adanya penyiksaan tersebut.
"Kita periksa dulu ketarangan para saksi, dari situ nanti kita bisa mengetahui kronologis sebenarnya," kata Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Viktor Ziliwu.[rgu]
KOMENTAR ANDA