post image
KOMENTAR
Peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/9) kemarin membawa hikmah bagi caloh haji yang tertunda keberangkatannya.

Pasalnya, mereka mengaku lebih ikhlas dan tidak ada keluhan untuk menjalankan ibadah haji nantinya jika berangkat.

"Kemarin keberangkatan kami tertunda karena tidak dapat visa. Mulanya saya terguncang juga dan tekanan darah naik menjadi 220. Rupanya semua ini ada hikmahnya juga," kata Muhammad Nazir, warga Deli Serdang yang seyogiayanya tergabung dengan kloter 10 embarkasi Medan (MES), Selasa (15/9).

Dirinya mengaku marasa bersyukur keberangkatannya tertunda. "Jika saya berangkat kemarin, bisa saja menjadi korban," ungkapnya.


Namun, para calhaj yang tertunda keberangkatannya ini tetap turut berduka cita dengan jatuhnya korban dalam musibah jatuhnya crane itu. "Semoga amal ibadah diterima dan jadi syahid," jelasnya.

Hingga kini, ke-42 calhaj masih berada di Gedung Hijir Ismail Asrama Haji Medan.

Sementara, Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Imam Mukhair menjelaskan, pihaknya akan memberangkatkan calon haji ke Aceh untuk bergabung dengan jamaah lain disana.

"Rabu (16/9) akan kita berangkatkan untuk bergabung dengan jamaah lain disana.  Mereka akan menginap semalam di Aceh sebelum ikut sebelum berangkat bersama Kloter 12 Banjarmasin pada Kamis (17/9)," pungkasnya. [hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas