post image
KOMENTAR
P‎engamat sosial dan kemasyarakatan Adhie M Massardi menilai, dibalik bencana kebakaran hutan dan asap yang merugikan sosial ekonomis masyarakat, patut diselidiki terjadinya korupsi besar-besaran dalam pemberian konsensi lahan hutan.

‎"Ini KPK juga musti masuk menyelidiki pemberian konsensi awal, kenapa banyak regulasi dilanggar seenaknya sehingga akhirnya rakyat menanggung akibatnya," kata Adhie M Massardi dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat dengan tema "Republik Dibekap Asap" di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Minggu (20/9).

‎Sejumlah pembicara lain yang tampil adalah Anggota DPD Abdul Gafar Usman, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa sawit (Gapki) Fadhil Hasan, Direktur bidang kajian Walhi P‎ius Ginting.

‎Menurut Adhie, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mesti masuk melakukan kajian dan penertiban terhadap pemberian konsesi hutan.

"Ini regulasinya sudah dibuat, tapi ketidaktertiban dan ketidakpatuhan  di sektor hutan luar biasa," terangnya.

‎Ditambahkannya, pembenahan bukan hanya mesti dilakukan ketika terjadi kebakaran di lapangan, tapi diruntut sejak keluarnya perijinan dan desain industri hutan.

"Kerugian masyarakat sudah terlalu besar," imbuhnya.

‎Data BNPB mengungkapkan, pembakaran hutan dan lahan masih berlangsung di Sumatera dan Kalimantan. Satelit Terra Aqua mendeteksi 471 hotspot di Sumatera dan 398 hotpsot di Kalimantan pada Jumat (18-9). Hotspot di Sumatera tersebar di Jambi 166, Sumsel 148, Riau 116, Sumbar 25, Bengkulu 10, Lampung 2, dan Sumut 4. Terpantau kebakaran besar terjadi di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin Sumsel yang asap tebalnya menyebar ke Jambi dari Riau. Begitu pula kebakaran besar di Muaro Jambi memproduksi asap pekat.

Akumulasi asap dari 3 provinsi yaitu di Sumsel, Jambi dan Riau menyebabkan jarak pandang terus memburuk. Jarak pandang di Pekanbaru 500 m, Dumai 300 m, Pelalawan 200 m, Jambi 200 m, dan Palembang 1 km. Kualitas udara rata-rata tidak sehat.

‎‎Hal yang sama terjadi di Kalimantan. Hostpot tersebar di Kalbar 33, Kalsel 133, Kalteng 190, Kaltim 42. Jarak pandang di Pontianak 400 m, Ketapang 500 m, Pangkalan Bun 700 m, Nanga Pinoh 200 m, Sampit 500 m, Palangkaraya 300 m, Muara Teweh 1.000 m, Sanggu-Buntok 100 m, dan Banjarmasin 200 m. Kualitas udara rata-rata sedang hingga berbahaya.

‎H‎ampir 80 persen  wilayah Kalimantan tertutup asap. Sebagian sekolah masih banyak yang diliburkan seperti di Kalteng, Riau, dan Jambi. Tiga provinsi telah menetapkan tanggap darurat yaitu Riau, Jambi, Kalteng, sedangkan Sumsel, Kalbar, Kalsel masih siaga darurat. Upaya pemadaman dan penegakan hukum terus dilakukan oleh ribuan aparat. Namun kebakaran masih berlangsung. Ada pembakaran baru, ada juga sisa kebakaran yang sebelumnya sudah padam namun terbakar kembali.[rgu/rmol]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel