post image
KOMENTAR
Daniel Ganinta Sitepu (43), terkapar tak berdaya di kediamanya Jalan Teratai, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara, Minggu (13/3). Sekujur tubuh mulai dari kaki, tangan dan kepala mengalami luka-luka yang cukup parah. Sudah seminggu, sipir penjara Tanjung Gusta tak bisa menjalankan tugasnya karena mengalami luka akibat lakalantas.

Sayang, pelaku yang diduga mencoba membunuhnya dengan modus tabrak
lari tak kunjung diciduk meski kasus telah masuk ke ranah hukum. "Dia
(pelaku) saya duga memang benar-benar ingin menghabisi nyawa saya.
Soalnya, dia mengikuti saya dan begitu tempat sepi dan jalan lurus.
Saya langsung ditabrak dan langsung kabur dia," jelas Daniel, yang
didampingi keluarga.

Diakuinya, aksi kecelakaan yang diduga ingin menghabisinya dilakukan
oleh AFB, yang tak lain suami dari mantan kakak iparnya Habibah.
Dimana, pelaku memang sebelumnya sangat geram dengan keluarga mereka.
Sehingga, mereka (keluarga) yang terkadang bertemu dijalan kerap
mendapatkan ancaman. Meski hanya sekedar ancaman menggunakan mulut.
Akhirnya anmanan benar-benar dilakukan dengan cara menabraknya.

"Sebelumnya Habibah, istri abang saya Ardhan. Namun, terjadi konflik
rumah tangga mereka. Sehingga, Habibah, direnggut oleh AFB, dengan
memacari dan akhirnya menikahi setelah cerai dengan abang saya.
Disinilah, pelaku sinis melihat keluarga kami dan kerap mengancam asal
ketemu," terang Daniel.

Puncaknya, tepat tanggal 7 Maret 2016 kemarin saat istri korban Liesta
Tarigan, dirawat di rumah sakit Bangkatan Binjai. Disitu, korban
ditelpon abangnya Ardhan. Dalam pembicaraan singkat. Ardhan, meminta
korban untuk menemuinya di rumah makan Siang Malam Jalan T Amir
Hamzah, Binjai Utara.

"Tepat pukul 00.00 dinihari, adik saya datang berboncengan dengan
keponakan saya naik kereta. Disini, saya ingin menunjukan wajah AFB,
yang kerap mengancam saya dan keluarga. Ternyata, kami terlihat oleh
dia (pelaku) dan sempat berpapasan," terang Ardhan, abang kandung
korban.

Mereka pikir permasalahan selesai begitu saja dan mereka pergi.
Ternyata AFB, diduga menyimpan dendam dan mengikuti korban yang akan
mengantar keponakannya di Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi,
Binjai Timur. Pelaku diam-diam mengikuti korban dengan mengendarai
mobil Gran Livina Silver BK 838 IE.

Ketika situasi sunyi, saat korban hendak masuk Jalan Turiam. Pelaku
lantas tancap gas dan lansung menabrak korban yang berboncengan dengan
keponakanya Jonatan, hingga terpental sampai 5 meter dari keretanya.
Disini korban terkapar dan dibantu warga dilarikan ke rumah sakit
karena mengalami luka cukup parah. Sementara pelaku tancap gas
mengarah ke Medan.

"Dugaan kuat saya, dia memang mau nabrak saya dan membunuh saya.
Soalnya, dia sempat mematikan lampu mobil ketika mengikuti saya agar
tidak ketahuan. Dan menghidupkan mobil sesaat menabrak saya dan
keponakan saya," timpal Daniel.

Untuk keluarga, berharap polisi menangani kasus ini dan segera
mengamankannya. Sayang, sudah hampir seminggu kasus ini ditangani unit
Satlantas Polres Binjai. Pelaku, tak kunjung diamankan dan seolah
kasus dipeti eskan. Soalnya, muncul dugaan kalau pelaku memiliki
kedekatan dengan petinggi di Polres.

Dan pelaku sendiri, kerap keluar masuk ke Polres Binjai, guna menemui
petinggi tersebut. "Kita semua sama-sama tahu siapa AFB. Memang dia
kerap keluar masuk Polres, guna menemui salah satu petinggi (perwira).
Tapi, tolonglah tegakkan keadilan siapapun pelakunya," tegas keluarga
berharap pelaku segera diamankan.

Kanit Lakalantas Ipda H Nasution, mengakui kasus memang sudah
ditanganinya. Namun, untuk pelaku sendiri masih dalam lidik. "Memang
sudah kita tangani laporanya. Kalau pelaku masih lidik, gak bisa
menerka-nerka siapa pelakunya, kalau saksi baru satu kita periksa,"
tegas Ipda Nasutio, ketika disebut kalau korban melihat dan meyakini
pelaku adalah AFB.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel