post image
KOMENTAR
Puluhan anak sekolah berseragam SD dan SMP dilibatkan dalam aksi unjuk rasa oleh masyarakat pinggir rel kereta api ke Gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (15/9). Anak-anak berseragam sekolah SD dan SMP tersebut merupakan anak-anak warga yang bermukim sepanjang pinggir rel kereta api yang akan digusur seiring pembangunan jalur rel ganda oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Ketua Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK MPR) Joni Naibaho mengatakan keterlibatan anak-anak berseragam sekolah tersebut memang mereka sengaja untuk menunjukkan banyaknya anak-anak disana yang terancam kehilangan masa depan jika tempat tinggal mereka digusur tanpa adanya kejelasan mengenai relokasi ke tempat yang layak.

"Kalau tidak direlokasi, anak-anak ini akan kehilangan masa depan. Mereka mau tinggal dimana? pelajar yang tinggal disepanjang pinggiran rel itu mulai dari SD, SMP dan SMA ada 300 orang lebih," katanya.

Joni mengatakan, berdasarkan data yang mereka miliki terdapat 874 rumah anggota mereka yang berdiri disepanjang pinggiran rel kereta api. Saat ini yang tersisa tinggal 553 rumah dimana sebagian lainnya sudah digusur oleh PT KAI untuk pembangunan rel ganda tersebut.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel