post image
KOMENTAR
Menuntut ilmu tidak memandang usia dan tempat belajar. Luar biasa, meski sekolah non formal ini berada di tengah hutan, para siswa siswi dan tenaga pengajar tetap antusias untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
 
Herman alias Jon, seorang warga Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang rela mengabdikan diri untuk menjadi tenaga pengajar di sebuah sekolah non formal yang berada di tengah hutan, tepatnya di lokasi wisata Salang Pangeran, Desa Timbang Lawan, kabupaten Langkat.
 
Pengabdian Jon ini tidak di ukur dengan rupiah, dirinya rela mengajar secara gratis demi generasi bangsa, agar anak anak di pelosok desa bisa lebih pintar, khususnya dalam berbahasa Inggris.
 
Meski harus berjalan kaki selama satu jam, dan menyeberangi sungai dengan jembatan yang bisa membahayakan keselamatan, para peserta didik tetap antusias untuk belajar. Lebih menarik lagi, para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan belajar ini tidak saja dari kalangan anak anak, namun orang dewasa juga ikut serta, bahkan wisatawan manca negara yang berasal dari jerman dan francis turut belajar bahasa inggris yang di ajarkan Jon.
 
Menurut Jon, bahasa inggris merupakan bahasa internasional, sehingga para generasi muda harus bisa berbahasa inggris.

“bahasa inggris ini kan bahasa internasional, untuk itu kedepan anak anak dan warga desa harus bisa berbahasa inggris dengan baik, terlebih lagi Kecamatan Bahorok dan Bukit Lawang, karena merupakan daerah wisata yang kerap di kunjungi wisatawan manca negara," ujarnya.
 
Sementara itu, Irfan salah seorang siswa, yang bercita cita menjadi guru mengatakan, meski untuk menuju tempat belajar lumayan jauh, namun ia tetap semangat karena berjalan kaki bersama teman teman demi menjadi anak yang pintar.

"jalan dari rumah agak jauh bang, tapi senang kalo jalannya rame rame sama kawan. demi bisa jadi pintar," ujar Irfan.
 
Meski hanya tamatan sekolah menengah atas, pengabdian tanpa batas yang di lakukan Jon dan teman temannya patut di tiru dan di jadikan sebagai contoh, demi terciptanya generasi bangsa yang handal dan berkwalitas.[rgu]
 

Sekolah Ditutup 14 Hari, Gubernur Edy Rahmayadi: Belajar Dirumah

Sebelumnya

Imbas Corona, SMA/SMK Di Sumut Mulai Belajar Mandiri Di Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pendidikan