post image
KOMENTAR
  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menghimbau seluruh lapisan masyarakat senantiasa waspada terhadap ancaman pemberontakan yang dapat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.

"Rongrongan datang bukan dalam bentuk pemberontakan senjata, namun melalui faham, ideologi, budaya, seni bahkan melalui fashion tertentu yang dapat meruntuhkan rasa nasionalisme generasi muda,"sebut Erry saat Inspektur Upacara (irup) peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di monument pahlawan revolusi, Letda Sujono di areal PTPN-III Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/10).

Hadir Turut hadir Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto, Kabinda Sumut Brigjen TNI Sungkono, Ketua PKK Sumut Ny. Evi Diana Erry, mewakili TNI AD, TNI AU, TNI AL, anggota DPRDSU, DPRD Simalungun, Muspida Plus Sumut dan Simalungun serta ribuan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan gugurnya Letda Sudjono tidak diartikan mempertahankan keberadaan lahan PTPN dari rongrongan dan keganasan antek-antek PKI pada tahun 1965, tetapi lebih mempertahankan marwah dan martabat NKRI sebagai negara yang berdaulat.

"Kita mengetahui tewasnya Letda Sujono saat meninjau lahan PTPN yang coba digarap oleh orang-orang komunis. Perjuangan terbesar almarhum adalah mempertahankan ideologi Pancasila yang coba dirongrong melalui penguasaan lahan. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda akan ancaman pemberontakan dari kaum sendiri," ujar Erry.

Erry juga berharap, dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila kiranya menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi generasi penerus bangsa untuk tetap waspada dan awas diri terhadap ancaman pemberontakan yang dapat merusak NKRI dan ideologi Pancasila.

"Pemberontakan yang menewaskan Letda Sujono terus terjadi hingga saat ini, namun dalam bentuk yang lebih modern di era globalisasi saat ini. Pihak yang tidak ingin Indonesia berdaulat penuh mencoba merongrong lewat berbagai macam cara, termasuk lewat budaya, seni bahkan melalui mode pakaian," ujar Erry.

Menurut Erry, generasi muda yang suka hura-hura dan mendewakan kehidupan glamour adalah korban dari rongrongan budaya. Mulai saat ini, tinggalkan kebiasaan tidak baik itu. Bekali diri dengan kelimuan dan keahlian agar dapat bersaing dalam dunia kerja.[rgu]

 

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel