post image
KOMENTAR
DPRD Kota Binjai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran manajemen RSU Djoelham Binjai di Ruang Utama gedung dewan, Jalan Veteran Binjai, Kamis (17/11).

Dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, pimpinan Rapat, Jonita Agina Bangun, yang juga menjabat sebagai ketua komisi B DPRD kota Binjai, mengajak kepada para anggota rapat, untuk mencari solusi dari sidak yang telah di lakukan, serta mendengarkan tanggung Jawab pimpinan RSU Djoelham Binjai sesuai yang telah di amanatkan Negara kepada DPRD kota Binjai.

Dr Eddy Putra, anggota Komisi B DPRD kota Binjai, menyoroti pada anggaran yang telah di anggarkan, serta lahan parkir yang terkesan sangat sempit di RSU Djoelham Binjai.

"Lahan parkir yang ada sangat sempit, dan itu tidak layak lagi untuk di jadikan lahan parkir. Bagaimana caranya pihak rumah sakit membuat komitmen untuk menyiapkan lahan parkir, berapa kontribusi dari parkir rumah sakit, serta peruntukannya," harapnya.

"Selain itu, pemeliharaan juga tidak sesuai. Anggarkanlah anggaran yang sepantasnya untuk R APBD 2017, dan harus tepat sasaran," sambung politisi dari partai Nasdem ini.

Lanjut Eddy, kebersihan ruang gizi serta pelayanan, juga menjadi perhatian yang serius dari komisi B DPRD kota Binjai.

"Pihak rumah sakit dalam hal ini direktur, kepala ruangan serta perawat, harus selalu menciptakan komunikasi yang intens, sehingga para pasien benar benar merasa di layani," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Hj K Gusuartini S, yang juga anggota komisi B dari fraksi Golkar, sangat kecewa dengan pelayanan RSU Djoelham yang merupakan rumah sakit milik Pemerintah kota Binjai.

"Kejadian ini pada saat saya ada di rumah sakit. Masa pasien minta di antarkan naik lift dari lantai l ke lantai lll, pihak rumah sakit tidak mau. Tapi setelah di iming-imingi dengan imbalan, pihak rumah sakit baru mau mengantarkan. Ada apa ini????" Ucapnya dengan penuh tanda tanya.

Senada dengan lainnya, Ustadz Drs Suharjo Mulyono dari fraksi PKS, dan juga merupakan anggota komisi B, dari laporan yang dia terima, para pasien lebih senang ke rumah sakit lain, daripada ke RSU Djoelham.

"Ini laporan yang saya terima, bukan sekali atau dua kali. Untuk BPJS, Sering saya mendengar keluhan dari para keluarga ataupun pasiennya langsung, mereka lebih senang berobat ke rumah sakit yang lain dari pada di RSU Djoelham," ucapnya.

Rapat Dengar Pendapat ini juga di hadiri oleh Direktur RSU Djoelham, dr Mahariani Manalu, beserta rombongan.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel