post image
KOMENTAR
Guna menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran jalannya perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2017, JR Saragih, Bupati Smalungun mempercayakan seluruhnya kepada jajaran kepolisian yang akan dimulai pada hari besok Jumat  tanggal 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017.

Gidion Purba, Sekertaris Daerah Kabupaten Simalungun usai menjalankan Apel Siaga Operasi Lilin dihalaman kantor Bupati Simalungun di Raya, menyatakan, bahwa apel pagi hari ini Kamis, (22/12/2016) merupakan apel nasional terkait dengan kesiagaan operasi lilin. Sekaligus mengecek kesiapan personil pengamanan dari Polri, TNI AD, Satpol PP, Linmas, Pramuka, dan tim kesehatan.

Kabupaten Simalungun, kata Gidion Purba, telah menyiapkan tujuh pos keamanan di beberapa titik tertentu, dan seluruhnya di komandoi oleh kepolisian. "Kami dari Pemkab Simalungun menyiapkan kurang lebih sebanyak 150 orang personil untuk di tujuh posko keamanan. Masing-masing posko sedikitnya ada 10 orang personil dengan sistem shift," ujarnya, usai apel pagi.

Sementara itu, Kompol Edi Bona Sinaga, Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Simalungun menyatakan, Polres Simalungun telah menyiapkan sebanyak 600 personil atau dua per tiga dari kekuatan untuk mengamankan dan kelancaran perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2017 bersama elemen keamanan lain dan masyarakat.

Dikatakannya, sebanyak 600 personil tersebut akan dikerahkan di tujuh pos keamanan yang ada, diantaranya di Sinasak, jalan Siantar - Perdagangan (Siped), Simpang Mayang - Perdagangan, Simpang Magunjur, Tanah Jawa, Dolok Panribuan, Saribu Dolok, dan Parapat.

"Selain itu, beberapa personil tersebut pun akan ditempatkan di beberapa lokasi yang rawan kecelakaan, tindak pidana, dan kemacetan, gedung dan gereja. Satuan yang kita libatkan antara lain, Brimob, Lalu Lintas, TNI AD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pramuka, dan Orari. Khusus dari kepolisian kita mengerahkan, 270 personil," ungkap Kabag Operasinal Polres Simalungun.

Terkait dengan pengamanan kemungkinan adanya sweeping atribut oleh oknum tertentu, Edi Bona Sinaga kembali menegaskan akan melakukan tindakan tegas. Begitupun halnya dengan kemungkinan ancaman bahaya bom.

"Jika memang ada tindakan yang membahayakan atau mencurigakan terkait bom baik di dalam maupun di luar Gereja akan kita koordinasikan terlebih dahulu ke pihak pimpinan Gereja. Setelah itu personil yang ada di area tersebut untuk segera melapor ke Kapolres dan akan ditindaklanjuti ke Densus dan tim Gegana," ujarnya.

Untuk itu, pihak Kepolisian Simalungun menghimbau ke ibu-ibu yang akan menjalankan ibadah di Gereja agar tidak usah membawa tas dan perhiasan yang berlebihan. Himbauan tersebut diupayakan, agar kegiatan ibadah dan perayaan Natal serta tahun Baru berjalan nyaman, lancar dan kondusif. (*)

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel