post image
KOMENTAR
Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba SH beserta sejumlah anggotanya dari Komisi C dan Kabid Cipta Karya PU, meninjau proyek sanitasi di Kecamatan Binjai Barat, Kamis (19/1) sore.

Menurut Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba, peninjauan itu dilakukan untuk memperjelas informasi tentang proyek sanitasi tersebut. Dimana sejauh ini, proyek sanitasi yang berasal dari APBN itu dinilai menyalahi aturan.

Setelah peninjauan dilakukan, kata Zainuddin, ternyata pengerjaannya tidak seperti yang diinformasikan. Sebab, semua pengerjaan yang dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) berjalan dengan baik.

"Tadinya proyek ini dinilai melanggar aturan. Katanya tidak memiliki plang, dikerjakan oleh rekanan dan lain sebagainya. Tapi setelah kita cek ternyata plang pengerjaan ada dan masing masing Ketua KSM ikut hadir pada peninjauan itu," ujarnya.

Walaupun begitu, sambungnya, diharapkan kepada Kabid Cipta Karya untuk tetap mengawasi proyek sanitasi tersebut. Sehingga hasil pengerjaannya berjalan dengan maksimal.

"Kalau saya lihat pengerjaan sudah cukup baik. Tapi kalau bisa, pengerjaannya dipercepat," harap Zainuddin Purba.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya PU Binjai, Ridho, menerangkan bahwa proyek sanitasi berlangsung secara nasional. Sehingga pihaknya mengalami beberapa kendala.

"Tadinya kendala kami mencari pipa primer. Karena pipa ini harus dipesan, sementara pipa itu banyak dibutuhkan. Jadi kami harus menunggu dan saat ini pipa tersebut sudah kami terima," kata Ridho.

Selain itu, lanjut Ridho, kendala utama juga datang dari anggaran. Dimana anggaran proyek sanitasi langsung dari pusat dan dikirim ke rekening KSM.

"Kalau dananya belum turun, tentu kami tidak bisa mengerjakannya. semua ini tergantung anggaran pusat. Kalau cepat diturunkan pasti cepat kita siapkan," tegas Ridho.

Dibeberkan Ridho, untuk Kota Binjai proyek sanitasi yang sedang berjalan ada 8 titik.

"Tiga titik di Binjai Barat dan lima titik di Binjai Timur. Untuk Binjai Barat itu menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler dan Binjai Timur anggaran DAK Infrastruktur Publik Daerah (IPD)," bebernya sembari mengatakan, untuk Binjai Timur anggaran lima titik sekitar Rp1,9 M dan Binjai Barat per titiknya mencapai Rp311 juta.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel