post image
KOMENTAR
First Lady (Ibu Negara) Amerika Serikat Melania Trump mengajukan gugatan kepada media Inggris, Daily Mail online, yang dianggap sudah mencemarkan nama baiknya. Bekas model asal Slovenia ini menuntut kompensasi 121 juta poudsterling atau sekitar Rp 2 triliun.

Daily Mail menerbitkan ber­ita, Melania dulu pernah bek­erja sebagai 'lady escort' atau wanita panggilan kelas atas. Melania pernah mengajukan gu­gatan serupa melawan perusahaan Mail Media Inc itu di Maryland. Namun pada awal Januari 2017, hakim memutuskan kasus ini tidak seharusnya diajukan di sana. Sang hakim pun menghentikan kasus tersebut. Setelah itu, tim kuasa hukum Melania mendaftarkan gugatan di New York di mana peru­sahaan media itu memiliki kantor.

Selain menggugat Mail Media Inc, Melania juga melayangkan gugatan kepada blogger Webster Tarpley. Tulisan Tarpley memba­has mengenai Melania yang pernah bekerja sebagai lady escort. Mela­nia tetap menggugat meski Tarpley dan Mail Media Inc telah mencabut artikel terkait pemberitaan.

Berita tersebut dipublikasikan akhir Agustus 2016, dengan judul asli "Naked photoshoots, and troubling questions about visas that won't go away: The VERYracy past of Donald Trump's Slovenian Wife �" (Hasil Foto Bugil Dan Masalah Men­genai Visa Yang Masih Tidak Pernah Terpecahkan: Rahasia Masa Lalu Istri Donald Trump Asal Slovenia)."

"Karena artikel itu, merek da­gang Melania, yakni 'Melania', yang memproduksi perhiasan, aksesoris, serta perawatan kulit, mengalami penurunan keuntun­gan secara signifikan," tulis Mela­nia dalam berkas tuntutannya.

Menurut pihak Melani, gugatan diajukan atas "100 persen kesalah­an pemberitaan" yang mengatakan Melania pernah bekerja sebagai lady escort pada 1990-an. Ibu dari Barron Trump itu juga geram den­gan terhadap Daily Mail yang mem­pertanyakan status imigrasinya.Dalam artikelnya, Daily Mail mengutip artikel yang majalah Slo­venia, Suzy. Laporan itu menyata­kan, agen model tempat Milenia bernaung juga berfungsi sebagai agen escort atau agen perempuan panggilan.

Daily Mail juga mengutip jurnalis Slovenia Bojan Pozar yang menye­but Milenia telah berpose untuk foto bugil di New York pada 1995 dan menyebut dia telah bertemu dengan Trump pada tahun yang sama, tiga tahun sebelum mereka bertemu pertama kali pada tahun 1998.Sedangkan Tarpley menulis Mile­nia terobsesi dengan rasa nafsu seksual dari klien kaya saat masih menjadi seorang escort kelas tinggi dan menderita gangguan saraf sesak napas.[rgu/rmol]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel