post image
Net
KOMENTAR

Sejumlah bandar udara (bandara) di Sumatera Utara ditutup sementara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau. Penutupan ini dilakukan mengingat jarak pandang (visibility) yang sangat terbatas sehingga membahayakan penerbangan.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan mengatakan bahwa kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan sangat mempengaruhi jarak pandang. Sehingga menyulitkan pesawat saat mendarat. Seperti dilansir RMOLSumut.

"Ada beberapa bandara yang close atau tutup. Salah satunya mungkin yang ada di Lhokseumawe dan juga ada di Silangit, Tapanuli Utara," katanya kepada wartawan, Kamis (19/9).

Edison menjelaskan kondisi lainnya yang juga menyulitkan adalah jarak runway yang pendek.

"Jadi agak sulit untuk mendaratkan pesawat. kalau di bandara-bandara besar biasanya dia sudah ada alat yang bisa membantu memandu pesawat itu bisa mendarat meskipun jarak pandangnya tidak terlalu memungkinkan", jelasnya.

Menurut Edison, kabut asap tidak terlalu signifikan di Sumatera Utara. Karena kelembaban air masih berada pada angka 90 persen.

"Dan sejauh ini memang sudah dikoordinasikan juga dengan yang ada di bandara seperti dari Angkasa Pura, Dirjen Perhubungan Udara dan Airnav. Jadi sudah merupakan kesepakatan kalau memang ada bandara yang memang masih tertutup oleh kabut asap," ungkapnya. [dar]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel