post image
Fikri Al-Haq, Kepala Cabang JNE Medan sedang memberikan seminar / MedanBagus
KOMENTAR

JNE Medan telah mengadakan seminar “Motivasi Hidup dan Entreprenuership” di 3 kampus yang berada di Pulau Nias Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA), STIE Pembangunan Nasional Gunung Sitoli, dan STIE Nias Selatan, Senin (20/1/20).

Kegiatan seminar dilanjutkan dengan program Business Plan Competition yang diadakan oleh JNE bersama AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Medan untuk mengasah kemampuan entrepreneur. Program ini bertujuan untuk mendorong para mahasiswa agar memiliki semangat mengembangkan potensi sumber daya alam di daerahnya sendiri dan menjadi entrepreuner berbasis digital industri 4.0.

Fikri Al-Haq, Kepala Cabang JNE Medan, mengatakan “Mahasiswa daerah harus lebih jeli melihat peluang agar dapat mengangkat potensi daerahnya. Seminar kali ini yang diselenggarakan oleh JNE bersama AMA Medan, merupakan wadah dan sarana para mahasiswa dalam mengembangkan ide yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan rencana bisnis, sehingga dapat mengoptimalkan potensi daerahnya”.

Fikri juga menyampaikan bahwa untuk dapat mengikuti program Business Plan Competition, para mahasiswa di Pulau Nias dapat mendaftar melalui email businessplanjne01@gmail.com dan selanjutnya mendapatkan formulir.

“Kita awali program Business Plan Competition di Pulau Nias. Kami harap dapat menggelarnya juga bagi para mahasiswa di perguruan tinggi lainnya di Sumatera Utara”, ungkapnya.

Dalam kompetisi ini, para peserta harus membentuk tim yang terdiri dari 3 orang mahasiswa. Anggota setiap tim dapat berasal dari perguruan tinggi yang sama atau merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang berbeda di Pulau Nias.

Selanjutnya, business plan berupa karya tulis yang dikirimkan seluruh peserta akan diseleksi oleh panitia dan diumumkan melalui akun instagram JNE @jne.medan01. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 31 Maret 2020 dan pemenang dari kompetisi ini akan mendapatan total hadiah jutaan rupiah.

Di era digitalisasi industri 4.0 mahasiswa dituntut untuk membuktikan eksistensinya sebagai millennial yang dapat membawa perubahan di kehidupan sosial masyarakat. Salah satu hal yang sedang gencar dibicarakan adalah membangun mental entreprenuer mahasiswa.

Mental entreprenuership yang selalu mengedepankan integritas, loyalitas, visi misi serta kompetisi sehat tentunya sangat berperan besar untuk perubahan dunia industri. Membentuk mental entrepreneur perlu dengan mengadakan workshop pelatihan dan pemberian motivasi. Berani berkompetisi? Ayo Maju!!! [dar]

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Sebelumnya

Selamat, JNE Medan Raih 4 Penghargaan di Indonesia Marketeers Festival 2020

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi