post image
KOMENTAR
Abraham Samad sepatutnya merasa malu dan harus mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya dia terbukti membocorkan surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum sebagai tersangka gratifikasi dalam kasus Hambalang.

Menurut Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, masalah kebocoran sprindik ini harus ditindaklanjuti dengan menyelidiki adanya pembocoran data-data lain. Juga apakah ada pembocoran hasil-hasil rekaman, Karena rekaman penyadapan bernilai tinggi. Atau apakah ada penjualan data-data sadapan ke media massa atau negara asing?

''Pembocoran sprindik karena benci koruptor. Begitu kata W, sekretaris Abraham Samad. Sudah berapa koruptor yang dia benci? Sudah berapa sprindik yang dibocorkan? Atau data lainnya?'' sindir Syahganda, Kamis (4/4) dinihari tadi.

Seperti dilansir Rakyat Merdeka Online, jika melihat kebocoran informasi ini dan adanya informasi tahap penyidikan yang sudah muncul di media massa sebelum diumumkan resmi besar kemungkinan data-data rahasia KPK tidak aman.

''DPR dan pemerintah harus membentuk tim investigasi keamanan data KPK Kalau data2 KPK jatuh ke pihak asing, maka data elit-elit kita bisa dikuasai mereka,'' sambungnya.

Dia juga menggarisbawahi tim etik kasus sprindik telah membuka kotak pandora: yang intinya adalah keamanan data-data KPK diragukan.

''(Seharusnya) Samad pun malu dan mengundurkan dirilah," ujar Nainggolan. [ans]

Kuasa Hukum BKM: Tak Mendengar Saran Pemerintah, Yayasan SDI Al Hidayah Malah Memasang Spanduk Penerimaan Siswa Baru

Sebelumnya

Remaja Masjid Al Hidayah: Yayasan Provokasi Warga!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Hukum