Wakasat Reserse Kriminal Polresta Medan, AKP Hendra saat dikonfirmasi di Mapolresta Medan mengatakan, pihak korban wartawan TV One, Ismail Siregar (32) yang ditabrak dan pihak keluarga, Ramli Koto sudah berdamai.
"Mereka sudah berdamai. Kalau mau lebih jelas tanya Kabag Ops," kata Hendra, Kamis (4/4/2013).
Orang tua Andre, Ramli Koto yang ditemui di Mapolresta Medan menyebut, mereka sudah berdamai dengan pihak korban.
"Intinya saya lagi fokus dengan permasalahan anak saya ini dulu," ujar Ramli.
Sementara itu, Ismail Siregar juga mengakui ada upaya perdamaian antara dia dan pihak keluarga Andre. "Tapi untuk pastinya tanyakan saja langsung dengan utusan yang mengurusnya," jawab Ismail via telepon selulernya.
Ismail menuturkan, saat ini kondisinya masih sakit dan masih membutuhkan waktu istirahat yang cukup lama di rumah karena patah tulang kaki yang dialaminya akibat aksi Andre.
"Saya masih sakit sampai saat ini dan butuh istirahat dulu," pungkasnya.
Seperti diketahui, Andre Zulhamid anaknya Ramli Koto, nekat menabrakkan pagar rumah orang tuanya yang akan dieksekusi Juru Sita Pengadilan Agama (PA) Medan, Rabu kemarin. Saat itu juga dua wartawan Ismail dan Al Amin (Metro Aceh) menderita luka akibat ditabrak oleh Andre.
Sedangkan Yono Syahputra, Kontributornya Ismail yang diutus menjadi perwakilan Ismail mengatakan, keluarga Andre sudah menunjukan itikad baiknya setelah peristiwa itu. "Intinya, keluarga mereka bersedia menanggung biaya perobatan dan memberi santunan karena Ismail sudah tidak bekerja," jelas Yono.
Di Polresta Medan, Andre yang sebelumnya meringkuk di ruang tahanan sementara gedung Sat Reskrim Polresta Medan, tampak sedang diperiksa penyidik Sat Reskrim. Sementara barang bukti mobil Kijang Innova BK 1312 OE masih ''teronggok'' di halaman parkir Mapolresta Medan. [ans]
KOMENTAR ANDA