MBC. Indonesia Police Watch (IPW) sangat prihatin dengan kasus penembakan anggota Polsek Cilandak di kawasan Jakarta Timur yang menyebabkan korban tewas seketika. Kasus ini, kasus polisi jadi sasaran kejahatan ini, adalah kasus yg ketiga di Jakarta dalam sebulan terakhir.
Sepertinya, kata Neta S Pane, Ketua Presidium IPW dalam siaran persnya kepada MedanBagus.Com tadi malam, para penjahat di Jakarta makin nekat saja. Faktanya, kata dia, mereka tak hanya menjadikan warga biasa sebagai target kejahatannya, kini polisi pun jadi sasarannya.
Sebelum penembakan terhadap anggota Polsek Cilandak, ada dua peristiwa lainnya. Yakni penembakan terhadap polisi di Cireunde Jaksel dan upaya perampokan terhadap 4 polisi di kemayoran.
Keempat polisi dengan 2 sepeda motor yang sedang bertugas di kemayoran itu sempat menjadi sasaran penjahat yang hendak merampok sepeda motornya. Untung polisi itu bertindak cepat hingga 1 dari 4 penjahat yang bersenjata golok itu berhasil ditembak.
Fenomena sikap nekat ini muncul sejak 3 tahun terakhir.
''Awalnya, kantor polisi yang menjadi sasaran perusakan para pelaku. Lalu ada kasus pengeroyokan trhadap polisi, terutama polisi yang hendak menangkap tersangka kejahatan. Salah satu penyebab berkembangnya kasus ini adalah karena polisi makin tak berwibawa di depan masyarakat, sehingga Banyak penjahat uji nyali "menantang" polisi. Apalagi mereka melihat bahwa polisi-polisi sekarang sangat tak terlatih dan terlalu gampang dipecundangi.''
Bercermin dari kasus ini sudah saatnya para polisi mawas diri dan melatih diri dengan maksimal agar terlatih dan profesional.
''Institusi Polri harus mencermati fenomena ini dengan serius dan melatih para anggotanya dengan maksimal, sehingga polisi-polisi di jajaran bawah berwibawa dan disegani masyarakat serta tidak ada lagi penjahat yang nekat menguji nyali polisi-polisi yang sedang bertugas di lapangan.''[ded]
KOMENTAR ANDA