post image
KOMENTAR
Komisi D DPRD Medan menilai, pelatihan dan penyuluhan terkait penanggulangan kebakaran kepada masyarakat perlu mendapat perhatian serius. Oleh karenanya Komisi D sepakat jika anggaran pelatihan dan penyuluhan dinaikan.

"Kita merekomendasikan agar anggaran pelatihan itu ditambah. Karena kita melihat masyarakat peru mendapat pengetahuan pencegahan dan cara-cara penanggulangan bahaya kebakaran," ujar Ketua Komisi D Ahmad Arif, disela-sela pembahasan R-APBD 2015 bersama Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan di ruang Rapat Komisi D, Selasa (2/9/2014).

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi D turut dihadiri unsur pimpinan dan Anggota Komisi D diantaranya, Ahmad Parlindungan Batubara, CP Nainggolan, Faisal Nasution, Jumadi, Janli, Budiman Panjaitan, Golfried Lubis dan Parlaungan Simangungsong. Dalam rapat tersebut Komisi D sepakat menaikan anggaran pelatihan dan penyuluhan penanggulangan kebakaran dari Rp400 juta menjadi Rp1 miliar pada R-APBD 2015 mendatang.

"Harapan kita dengan penambahan anggaran tersebut Dinas P2K aktif melakukan penyeluhan kepada masyarakat. Dengan tujuan agar musibah kebakaran maupun korban kebakaran dapat diminimalisir," terangnya.  

Sementara itu Ahmad Parlindungan Batubara meminta Kadis P2K, M Tambulon memikirkan kesejahteraan para pegawainya. Termasuk juga prihal jaminan kesehatan maupun asuransi jiwa mereka. Pasalnya kinerja pemadam kebakaran cukup beresiko tinggi.

"Termasuk juga uang-uang pudingnya. Kita berharap dengan diperhatikannya kesejahteraan mereka kinerja mereka juga semakin meningkat," pungkasnya.

Senada dengan itu, anggota Komisi D lainnya, Jumadi, juga meminta agar penambahan sarana dan prasarana seperti penambahan armada dan Unit pelayanan Teknis (UPT) terus ditingkatkan. Hal tersebut menurut Politisi dari Partai PKS ini sangat diperlukan untuk mendukung kinerja Dinas P2K.

Menjawab semua itu, Kadis P2K Kota Medan, M Tampubolon mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada R-APBD 2015 ditargetkan Rp1,54 miliar, meningkat 10 persen dari PAD pada P-APBD 2014 Rp1,4 miliar. Untuk anggaran belanja meningkat 10,02 persen pada R-APBD 2015 yaitu Rp27 miliar dari P-APBD 2014 yang berjumlah Rp24,78 miliar dengan rinciannya Belanja tidak langsung (BLT) Rp12,67 miliar dan belanja langsung (BL) Rp14 miliar. Untuk BLT mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen dan BL meningkat 20,45 persen dari anggaran pada P-APBD 2014 lalu.[rgu]

Sandy Irawan: Miliki Lokasi Strategis, Pemko Binjai Mestinya Prioritaskan Kawasan Ekonomi

Sebelumnya

Pemprov Sumut Segera Bagikan Rp. 260 Miliar Bantu Warga Terdampak Covid 19

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pemerintahan