Menko Perekonomian, Chairul Tanjung mengatakan, ruas jalan yang menghubungkan ketiga daerah ini memang menjadi salah satu prioritas dari rangkaian pembangunan Tol Trans Sumatera karena tingginya angka kemacetan pada ruas jalan yang menghubungkan ketiganya.
"Saya tadi dari Bandara Kuala Namu hingga disini itu makan waktu 2 jam padahal pake kendaraan patwal. Kalau nggak pakai patwal bakal lebih, jadi kita sengaja memprioritaskan yang didaerah ini," katanya.
Chairul Tanjung menambahkan proyek pembangunan ruas tol tersebut dikerjakan oleh PT Hutama Karya selaku BUMN yang dihunjuk pemerintah. Untuk mempercepat proses pembangunan, PT. Hutama Karya juga diperbolehkan menggandeng BUMN lain.
"Pemerintah sengaja memberikan keleluasaan kepada Hutama Karya untuk mempercepat proses pembangunannya, kalau mengandalkan pembiayaan sendiri cukup tapi kalau mau menggandeng BUMN lain juga tidak haram hukumnya," jelasnya.
Pembangunan ruas jalan tol yang menghubungkan Medan-Deli Serdang dan Binjai ditandai dengan Ground Breaking yang digelar di kawasan Sei Semayang, Km 12, Deli Serdan. Tol sepanjang 16,8 Km tersebut menjadi bagian dari ruas tol Trans Sumatera yang digagas oleh pemerinah pusat untuk membantu perekonomian di Sumatera.[rgu]
KOMENTAR ANDA