post image
KOMENTAR
Satuan Tugas (Satgas) Udara gabungan mengerahkan 8 unit angkutan udara dengan total pengeboman sebanyak 553.500 liter air untuk mematikan kebakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan, kemarin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan pengeboman atau water bombing difokuskan di Indralaya, Simpang Tiga Sakti, Padang Sugihan, Pedamaran, Cengal, dan Air Sugihan.

"Operasi udara telah menggunakan pesawat jenis Hercules Bomber 132 yang mampu mengangkut 15.000 liter air," katanya.

Kedelapan angkutan udara yang dikerahkan antara lain pesawat 3 unit Air tractor, Bombardier CL 415 Pelican, Hercules C130 Bomber 132, dan helikopter MI 8, Bolkow 105, dan Chinook Mustang 93.

Sutopo menjelaskan kemarin sore pantauan Satelit Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) menunjukkan hotspot di Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 9 titik. Ke-9 hotspot berada di Ogan Komering Ilir (OKI) 4 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan 4 titik, dan OKU 1 titik.

Jumlah hotspot ini menurun dari hari sebelumnya (Selasa, 13/10) yang berjumlah 278 titik. Meskipun jumlah hotspot turun signifikan, kualitas udara yang diukur dengan konsentrat partikulat masih menunjukkan kualitas sangat tidak sehat.

"Jumlah hotspot yang turun drastis tidak menghentikan upaya Pos Komando Satgas untuk terus melakukan operasi pemadaman api dan asap. Satgas Darat dan Udara melakukan pemadaman dan pendinginan (mopping up) di area terbakar dan berasap. Satgas Udara yang dibantu pihak asing, Australia, Malaysia, dan Singapura, mengoptimalkan operasi pemadaman api dan asap," tukas Sutopo.[rgu/rmol]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel