post image
KOMENTAR
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor 1, Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution melakukan serangkaian kampanye simpatik di kawasan Medan Tuntungan, Rabu (11/11). Pasangan yang biasa di sapa Bang Eldin-Akhyar (BENAR) ini menyerap aspirasi masyarakat di Medan Tuntungan.

Kampanye simpatik dimulai dari berkunjung ke Pasar Simalingkar di Jalan Jahe, Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, selanjutnya menanam pohon di Kelurahan Kemenangan Tani, meninjau jalan dan drainase yang baru diperbaiki di Jalan Bunga Rinte Kelurahan Tanjung Selamat dan Kelurahan Kemenangan Tani, dan menyerap aspirasi warga Kelurahan Simpang Selayang dan Kelurahan Kemenangan Tani.

Saat memasuki pasar, Eldin bersama Akhyar langsung disambut teriakan "Hidup Eldin, nomor 1," teriak mereka berulang-ulang.

Mendapat sambutan hangat, Eldin dan Akhyar menyalami para pedagang dan pembeli. Tak jarang, para pedagang dan pembeli pun diajak berkomunikasi tentang kondisi Kota Medan.  

"Memang sudah ada pembangunan Pak, terima kasih kami ucapkan. Tapi kalau bisa kami berharap nanti bapak bisa membangun secara keseluruhan. Jangan lagi sebagian-sebagian," kata seorang pedagang, Magdalena Sidauruk.

Setelah menampung aspirasi dari para pedagang, Dzulmi Eldin kemudian melanjutkan kegiatanya dengan mengikuti penanaman pohon di Jalan Bunga Ncole, Medan Tuntungan. Penanaman pohon tersebut digelar dalam rangkaian gotong royong bersama warga yang ada disana.

"Kegiatan menanam pohon ini penting, sebab Medan sangat butuh daerah resapan dan ruang hijau," katanya.

Di lokasi tersebut, Eldin menyerap aspirasi dari warga mengenai harapan mereka dari Dzulmi Eldin setelah menjadi wali kota nantinya. Mereka berharap kunjungan ke daerah mereka akan selalu rutin dilakukan agar tali silaturahim tidak terputus.

"Kami senang bapak mau datang dan minum kopi sama kami, kalau bisa setelah jadi Wali Kota Medan pun bapak sering-seringlah datang kemari. Kami warga Karo disini sangat senang dan memilih bapak," kata tokoh masyarakat, Bujur Antoni Ginting.

Sebelum menyantap gorengan dan minum kopi bersama warga, Eldin meninjau Jalan Bunga Rinte dan drainase yang baru diperbaiki. Jalan tersebut diperbaiki mengingat jumlah perumahan bertambah di wilayah selatan Kota Medan.

Rangkaian kegiatan Eldin ditutup dengan menyantap gorengan bersama ratusan warga di Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang, Medan. Di lokasi tersebut, Eldin membuka diskusi dengan warga mengenai hal-hal yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

"Kami ingin agar ada lapangan pekerjaan bagi kami pak, selama ini kami banyak yang kerja buruh upah ke ladang. Tapi sekarang ladang semakin berkurang, jadi berilah kami lapangan pekerjaan," kata Ibu Sembiring.

Sementara permasalahan lain disampaikan oleh Salmon Tarigan yang mengaku semakin resah dengan peredaran narkotika di tengah masyarakat. Ia meminta agar hal ini juga menjadi perhatian khusus pasangan BENAR setelah terpilih  menjadi walikota.

"Yakinlah bapak kalau suara kami disini sudah untuk bapak," ungkapnya.

Menanggapi kedua permasalahan utama tersebut, Eldin menjelaskan beberapa programnya seperti pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat untuk menjadi pelaku UKM. Menurut Eldin, pasangan mereka memiliki program pembinaan dan pemberdayaan pelaku UKM dalam bentuk pelatihan pembuatan kerajinan-kerajinan tangan. Tidak hanya dalam pembinaan, mereka nantinya juga akan andil dalam membantu pemasaran kerajinan-kerajinan tangan yang dihasilkan oleh pengrajin dari seluruh Kota Medan.

"Pemasarannya akan menjadi fokus utama kita pada dinas terkait yakni dinas koperasi dan UKM. Yang penting sekarang kalau ada niat dari ibu-ibu sekalian, maka kami siap untuk memberikan bimbingan dan pelatihan," ujarnya.

Sementara mengenai peredaran Narkoba, mantan Sekda Kota Medan ini mengaku hal ini menjadi keresahan bersama bagi seluruh masyarakat di Kota Medan. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama aktif memberikan informasi jika mengetahui warga yang terlibat peredaran atau pengguna narkotika.

"Kita tidak boleh cuek dengan tetangga jika anaknya ada yang pecandu. Sebab apa, nantinya dia akan mengganggu keluarga kita dan masyarakat disektiarnya. Disinilah peran kita bersama saling bahu membahu membenai Medan Rumah Kita dalam segala aspek. Kita harus kompak karena yang memahami kota Medan adalah kita warga Medan," ujarnya.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel