post image
KOMENTAR
Komandan Pangkalan Utama TNI AL Belawan, Laksma TNI Yudo Margono mengatakan penembakan yang dilakukan oleh petugas patroli TNI AL terhadap para nelayan berkebangsaan Myanmar terjadi karena mereka melakukan perlawanan dengan mencoba menabrakkan kapal mereka ke kapal KAL Viper milik TNI AL. Saat disergap saat melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia diseputar Pulau Salah Nama, para nelayan tersebut menurutnya langsung mencoba melarikan diri membawa 2 ton ikan hasil curiannya.

"Mereka bahkan mencoba menabrak kapal KAL Viper," katanya, Kamis (11/2).

Petugas menurut Yudo terpaksa menghindari tabrakan antara kapal patroli dengan kapal KF5615 berbendera Malaysia yang digunakan oleh para nelayan tersebut dengan melakukan berbagai manuver. Tembakan peringatan yang diletuskan menurunya juga tidak diindahkan dan mereka terus melawan sembari berupaya melarikan diri. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak bagian lambung kapal hingga kapal tersebut terhenti.

"Setelah kapal berhenti dan diperiksa, ternyata seorang nelayan tewas," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, petugas tidak menemukan dokumen resmi mengenai izin penangkapan ikan yang dilakukan oleh para nelayan. Untuk proses selanjutnya saat ini kapal dan para nelayan yang ditangkap menjalani pemeriksaan di Lantamal I Belawan.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel